Ads (728x90)


Mediabidik.com
- Kelangkaan pupuk subsidi jenis Urea dan TS 36 dikeluhkan para petani, khususnya petani tambak dikelurahan Sumberejo kecamatan Pakal Surabaya. Pasalnya sejak November 2020 hingga Januari 2021 para petani tambak kelurahan Sumberejo belum mendapat pasokan pupuk subsidi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kota Surabaya, sehingga mata pencarian mereka (petani-red) sebagai petani tambak terhenti. Apabila ingin dapat pupuk mereka harus membeli di luar Surabaya yakni Gresik dan Lamongan. 

Suud agen pupuk subsidi dikelurahan Sumberejo mengatakan, kelangkaan pupuk subsidi sejak November 2020 hingga sekarang, seharusnya bulan November pupuk sudah ada. Karena kosong terpaksa para petani membeli pupuk di luar wilayah Surabaya dengan harga sangat tinggi. 

"Biasanya mereka beli di saya harga Rp110 ribu, sedangkan di Gresik mereka dapat Rp160 ribu. Itupun belinya dengan cara sembunyi - sembunyi dan bungkus/glangsingnya diganti bungkus pakan ternak. Karena kalau ketahuan polisi mereka bisa ditangkap. "terang Suud kepada BIDIK, Rabu (20/1/2021).

Pria yang juga menjabat Ketua RW 3 kelurahan Sumberejo ini menambahkan, janjinya dari DKPP bulan Januari minggu kedua dan minggu ketiga pupuk datang. Tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada kabar. 

"Jatah petani disini kalau sesuai rencana definitif kebutuhan kelompoktani (RDKK) setiap orang dapat 4 sak sampai 5 sak pupuk, sesuai lahan yang digarap. "ucapnya. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, kalau menurut tahun tahun sebelumnya, kebutuhan pupuk TS dan Urea dalam setahun disini bisa sampai 50 ton. Masalahnya mupuk kan ngak satu kali pakai, terus nanti pakai lagi itu berjalan selama 3 bulan. 

"Katakanlah luas lahan 1 hektare, minggu pertama 2 sak, minggu kedua 2 sak lagi dan itu berjalan sampai 3 bulan panen. Kalau seminggu 2 x 4 = 8 dan 8 x 3 = 24 sak. Itu petani baru panen." ungkapnya. 

Info yang terakhir dari ketua kelompok tani disini mengatakan, kalau TS saya ngak bisa mengusahakan, kalau Urea saya bisa usahakan. Tapi nyatanya, ya TS, ya Urea ngak ada yang datang sampai sekarang, kalau TS 36 itu untuk bandeng dan udang dan bisa menyuburkan tanah. 

"Lah itu yang dibutuhkan seharusnya, tapi dimana mana kesulitan mencarinya, alasannya diganti Ponska dan Ponska sendiri ngak bisa keluar. Sedangkan diluar daerah sudah ada, makanya petani sini belinya di Gresik. "pungkasnya. 

Hal sama disampaikan Juki petani tambak Dukuh Sumber Jaya kelurahan Sumberejo Pakal mengatakan, cari pupuk di Surabaya sangat sulit dan sudah 3 bulan ini tidak ada, terpaksa saya cari di Lamongan. 

"Minggu kemarin aku disana, ta lihat disana (Lamongan, red) stoknya banyak. Tapi orang luar ngak boleh beli disana, karena diawasi. Kalau mau beli kita harus pakai KTP petani sana, tapi ngak bisa banyak, cuma dibatasi 4 sak per petani. "ujat Juki. 

Dia menambahkan, kenapa pupuk di Surabaya kosong, sedangkan di Gresik dan Lamongan banyak. "Sampai kapan begini, sedangkan mata pencarian kita sebagai petani tambak, kalau tidak ada pupuk. Kita mau kerja apa. "keluhnya. (pan) 

Post a comment