Ads (728x90)

SURABAYA(Media Bidik) - Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Iman, Aman dan Amin merupakan tiga konstruksi sinergi emas dari kesejahteraan. "Dalam situasi apapun, jika iman masyarakat ditunjang oleh rasa aman akan menghasilkan rasa syukur dalam bentuk amin. Amin adalah hasil akhir dari kesejahteraan masyarakat," ujarnya saat memberikan arahan pada Rapim Polda Jatim Tahun 2015 di Mapolda Jatim, Rabu (25/3).

Dia mengatakan, ketiga konstruksi sinergi emas dari kesejahteraan masyarakat menjadi pilar dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat Jatim. Seseorang jika memiliki keimanan serta di dukung rasa aman dalam lingkungan, akan menghasilkan kesejahteraan di kehidupannya. "Ketiga konstruksi ini saling terkait, jika salah satu tidak bisa dilakukan maka bisa dipastikan masyarakat tersebut tidak sejahtera," ungkapnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya mencontohkan, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas pemeluk islam terbesar di dunia masyarakatnya sangat harmonis. Jauh berbeda, dibandingkan dengan negara seperti Afganistan, Irak, Yaman, Syiria, Mesir dan negara islam lainnya yang sering bergejolak dan bertikai.
Bahkan, di negara islam tersebut terdapat orang alim, ulama, tokoh dunia, orang pintar serta pemikir-pemikir dunia yang hebat. Akan tetapi, mereka tidak bisa mengendalikan situasi keamanan di negaranya. Akibatnya, negara tersebut sering terjadi peperangan secara fisik maupun batin.

Gus Ipul menuturkan, masyarakat Jatim patut bersyukur karena memiliki ulama dan kiai yang memiliki ilmu dan kharisma. Untuk itu, kerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah dan TNI-Polri dalam menciptakan keamanan menjadi kunci kesuksesan Kamtibmas.

Dihadapan Kapolres dan pimpinan Polda Jatim, Gus Ipul menegaskan, bahwa faktor  pemerataan tingkat pendapatan masyarakat juga menentukan tingkat keamanan suatu daerah. Keamanan suatu daerah juga harus didukung dan ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi yang bagus.

Tingkat kriminal seperti kejahatan akan tinggi jika disparitas pendapatan masyarakatnya berbeda jauh. "Saat ini kejahatan sudah sangat merajalela. Salah satu jawaban untuk mengatasi kejahatan dan menciptakan keamanan selain kerja keras Polri dan TNI, juga dibutuhkan peran serta pemerintah untuk meratakan kesenjangan pendapatan masyarakatnya," terangnya. 

Beliau juga mengingatkan, kejahatan masyarakat yang tumbuh dan patut diwaspadai saat ini adalah terorisme, begal, narkoba, pornografi, kekerasan seksual perempuan dan anak. Di bidang ekonomi bentuk kejahatannya bisa berupa penimbunan barang seperti pupuk, beras, BBM dan barang-barang subsidi lainnya.

"Inilah yang saat ini menjadi isue yang marak di berbagai media. Melalui kerjasama dan sinergitas yang dibangun antara pemerintah beserta TNI-Polri pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi bisa di tuntaskan. Intinya masyarakat Jatim harus terus aman, nyaman, berkelanjutan dan produktif," imbuhnya.    

Kapolda Jatim Irjen Pol. Dr. Anas Yusuf dalam arahannya mengatakan, Rapim ini bertujuan untuk menyamakan pola pikir, sikap dan tindak institusi Polda Jatim beserta seluruh stakeholder untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan Kamtibmas.

Salah satu sasaran dalam RPJMN yang menjadi fokus perhatian dari Polda Jatim adalah meningkatkan profesionalisme aparatur negara. Peningkatan profesionalisme aparatur ini diharapkan dapat mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih dan bertanggung jawab. "Hal ini membawa implikasi tersendiri bagi institusi polri untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pengabdian kepada masyarakat, Bangsa dan Negara Indonesia," pungkasnya. (Zal)