Ads (728x90)


SURABAYA (Media Bidik) - Walikota Surabaya Tri Rismaharini menghendaki pembenahan menyeluruh dalam tubuh pemkot, termasuk satpol PP. Untuk itu, Senin (12/1) pagi, walikota mengumpulkan semua jajaran aparat penegak perda tersebut di Graha Sawunggaling guna diberi pengarahan. Sebelumnya, guru dan kepala sekolah serta pegawai kelurahan/kecamatan juga mendapat pembinaan dari Risma.

Pertemuan langsung antara walikota dengan segenap jajaran pegawai pemkot merupakan langkah yang ditempuh guna memperkokoh komitmen pelayanan kepada masyarakat. Momen tersebut sekaligus sebagai warning bagi aparat penegak Perda (Satpol PP) agar tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan.

Beberapa hari terakhir, Walikota Risma memang secara intens mengumpulkan pegawai pemkot, utamanya yang berkaitan dengan pelayanan publik. Tujuan utamanya yakni mengingatkan kembali kepada komitmen awal sebagai abdi masyarakat. Intinya, dia tidak ingin ada pegawainya yang tersandung masalah. "Coba ingat kembali sumpah pegawai ketika pertama kali mulai bekerja," ujarnya.

Temuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Timur yang berujung pada ditindaknya enam oknum kelurahan dan kecamatan beberapa waktu lalu seharusnya dijadikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang. "Sudah cukup itu yang terakhir, saya tidak mau lagi dengan ada kasus seperti itu," tegas Risma dihadapan 800-an jajaran satpol PP mulai level kota, kecamatan hingga kelurahan.

Pada akhir pengarahan, mantan kepala Bappeko Surabaya tersebut mengajak satpol PP untuk tidak mudah tergoda dan pandai menempatkan diri. Dengan segala macam godaan ke depan mungkin sangat kuat, tetapi konsekuensi yang ditanggung juga sangat berat karena melanggar aturan. Di sisi lain, satpol PP dalam pelayanannya kepada publik wajib mengedepankan sisi humanis. "Jangan mentang-mentang pakai seragam terus selalu bertindak arogan. Kita bersikap tergantung kapan dan dimana kita sedang berada. Berikan yang terbaik untuk masyarakat," paparnya.

Sementara, Kasatpol PP Irvan Widyanto memaknai pengarahan langsung dari walikota sebagai bentuk kepedulian orang nomor satu di pemkot tersebut kepada jajaran satpol PP. Dia berharap, apa yang disampaikan walikota bisa dijadikan motivasi dalam bekerja. "Pada intinya, tadi bu walikota mengingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan," tandasnya.

Terkait pengawasan anggota satpol PP di kelurahan dan kecamatan, Irvan menjelaskan, pihaknya akan meningkatkan intensitas pembinaan rutin yang dilakukan periodik. Hal tersebut guna menyamakan visi dan persepsi satpol PP di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Di samping itu, satpol PP juga berencana mempertajam fungsi monitoring dan pelaporan para anggotanya di kecamatan dan kelurahan. Dengan demikian, pengawasan dan penindakan pelanggaran perda bisa lebih baik. (Topan)