Ads (728x90)

SURABAYA (Media Bidik) - Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, sore tadi mendadak heboh oleh aksi perempuan pengendara mobil Suzuki X-Over Nopol L 1438 WJ. Dia mengamuk secara membabi buta ke seorang sopir taksi.

Spontan saja, kondisi jalan yang macet karena jam bubaran kerja itu makin riuh oleh bising suara klakson. Saat itu, secara tiba-tiba, perempuan yang mengenakan kaos abu-abu dan rok mini dipadu jaket warna putih itu turun dari mobilnya menghentikan laju taksi jenis Blue Bird Nopol L 1541 US.

Perempuan berambut sebahu yang diketahui bernama Lina, warga Gubeng, Surabaya itu turun dari mobilnya, melabrak si sopir taksi dengan logat khas Suroboyoan yang kasar. Bahkan, Lina yang tengah emosi itu tangannya menggebrak-gebrak badan taksi.

Si sopir taksi sendiri, juga tak tinggal diam dipermalukan oleh perempuan berwajah oriental itu. Dengan garang juga si sopir taksi balik menyerang lawannya dengan makian yang sama.

Perang mulut pun tak terhindari. Aksi kedua orang berlainan jenis kelamin itupun mengundang banyak perhatian pengendara dan orang-orang di sekitar lokasi kejadian. Jalanan makin macet, seluruh pengendara dari arah Jalan Tunjungan menuju Gubernur Suryo terganggu dan menyalakan klaksonnya tiada henti. Namun, kedua orang berseteru itu tak peduli dengan suara bising klakson dan terus saling mencaci.

"Mobil (taksi) saya yang ditabrak dari belakang, lah kok situ (Lina) yang malah marah-marah. Ini lihat, bemper dan bagasi belakang mobil saya rusak parah. Mentang-mentang orang kaya terus bisa seenaknya saja. Ya sudah kita selesaikan masalahnya ke pihak berwajib saja," tegas si sopir taksi.

Sementara Lina beralasan, justru si sopir taksi yang salah, karena mengemudi tanpa haluan dan melihat kondisi sekitar. "Saya tadi itu minggir. Tapi situ (sopir taksi) malah mengancam akan memukul saya. Sembarangan saja, biarpun saya perempuan, saya juga berani," teriaknya.

Karena situasi tak terkontrol dan membuat kemacetan makin parah, anggota Satlantas Polrestabes Surabaya yang mengetahui kejadian itu, langsung melerai. Petugas kemudian meminta surat-surat kendaraan dan SIM masing-masing pengemudi.

Petugas juga meminta keduanya mengarahkan mobilnya ke area parkir yang benar untuk didamaikan