Ads (728x90)


SURABAYA – Ketertarikan para Investor untuk berlomba-lomba menginvestasikan seluruh modalnya ke kota Surabaya dalam bentuk pengembangan bisnis property yang semakin tahun semakin berkembang pesat, Pasalnya Surabaya merupakan kota metropolitan kedua di Indonesia yang bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para investor asing maupun swasta yang bergerak dibidang industry property untuk berlomba-lomba menanamkan investasinya di kota Pahlawan ini.  

Apalagi Surabaya saat dipimpin oleh Tri Risma Harini  yang merupakan walikota perempuan  pertama yang memiliki segudang prestasi baik dari tingkat nasional maupun tingkat luar negeri. Sehingga semakin banyak para Investor tidak kuatir lagi untuk menanamkan investasinya untuk mendukung Surabaya menjadi kota Sustainable City atau kota berkelanjutan serta menjadikan Surabaya menjadi kota yang ramah pada warganya dan kota yang ramah bagi penghuninya.

Konsep Green Building sudah berkembang sejak tahun 1970-an. Wacana ini dibahas  sebagai bentuk menyikapi atas krisis energi dan keprihatinan masyarakat akan kondisi lingkungan. Sejak saat itu, kebutuhan untuk menghemat energi serta mengurangi masalah lingkungan terus dikampanyekan hingga saat ini. Sebab itulah pemkot Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat dari tingkat RT sampai Kecamatan agar ikut berpartisipasi dalam mensukseskan program Green Building baik melalui penghematan energi, penghijauan dan pengelolahan sampah dimasing-masing RT dan RW, dan untuk pengusaha angkutan dan industri pemkot Surabaya melakukan uji emisi dua kali dalam satu bulan serta memasang  Alat Ukur Ambien Air Monitoring ditiap-tiap jalan protokol yang berguna sebagai alat pemantau kualitas udara.

Untuk menarik kesadaran para Investor maupun pengembang property untuk mewujudkan pembangunan gedung yang ramah lingkungan atau Green Building, Saat ini ada 59 bangunan yang terdiri atas Komersial, Pusat Perbelanjaan dan Perkantoran yang dinominasikan bisa menyabet penghargaan Green Building Awareness Award (GBAA) 2014 dari Pemkot Surabaya, jumlah tersebut darii hasil seleksi ratusan bangunan yang ada. Setidaknya ada ada empat aspek utama dalam membangun Green Building diantaranya material, energi, air dan kesehatan. Bagaimana para pengembang dalam menerapkan empat konsep tersebut untuk menjadikan bangunan atau gedung milik mereka menjadi bangunan yang ramah lingkungan, merupakan bangunan yang aspek perencanaan, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaannya memperhatikan dan menerapkan aspek-aspek perlindungan, penghematan dan pengurangan sumber daya alam, selain itu bangunan yang ramah lingkungan senantiasa menjaga mutu baik bangunan maupun mutu kualitas udara dalam ruangan.

Salah satunya hotel Garden Palace yang berada di jalan Yos Sudarso Surabaya, hotel yang sudah berdiri pada tahun 1983 sudah menerapkan konsep Green Building sejak tahun 2012, selain mepunyai hutan kota hotel Garden Palace juga mempunyai dua konsep save energi  diantaranya Recovery Water Treatmen dan Recovery Heat Exchanger. Recovery Water Treatment berfungsi sebagai pegelolahan limbah IPAL hotel di kelolah dimasukan air rator kemudian di treatmen sampai menjadi air yang layak untuk mencuci dan mandi, sedangkan Recovery Heat Exchanger berguna sebagai pegelolahan limbah panas yang berasal ribuan meter kubik gas yang berasal dari celler AC central dikelolah menjadi air panas.

Hal tersebut diungkapkann oleh Sarin selaku Chief Engenering Garden Palace saat memberi keterangan pada BIDIK tanggal (6/11) Kamis mengatakan,” Gedung ini sebetulnya sudah lama menerapkan konsep Green Building sejak tahun 2012, karena Green Building sendiri bukan hanya sekedar penghijauan tetapi masuk hemat energi atau hemat listrik saja, dan dari kami sudah terkonsep dan bukan hanya cek list maupun panduannya saja dan sudah termasuk hutan lindung, di surabaya sendiri juga ada beberapa hotel yang mempunyai tanaman seperti Garden diantaranya Equator dan Novotel tapi tak sebanyak seperti Garden. Selain hutan lindung kita juga mempunyai tanaman yang produktif diantaranya Mangga, Nangka dan Kelapa, prioritas utama disini adalah saving energi, Karena kita tau sekarang saving energi sendiri naik setiap bulannya mengikuti kurs harga dollar,”ungkapnya

Masih menurut Sakir,”Hemat energi diantaranya kita sebelumnya mengunakan lampu pijar dan sekarang diganti lampu hemat energi atau LED, selain hemat energi listrik kita juga ada water saving adalah air yang kita pakai dari limbah hotel, kita kelolah lagi dimasukan air rator kemudian kita treatmen sampai menjadi air bersih yang bisa gunakan untuk mandi, mencuci dan siram tanaman, karena untuk konsumsi kita masih pakai air PDAM dan untuk minum kita pakai water RO(reverse osmosis), selain itu kita juga punya recovery heat excahnger adalah celler untuk AC central sama seperti knalpot mobil yang panas kemudian dicelupkan kedalam air hingga air tersebut menjadi panas, sama seperti kita punya celler panas dan celler itu butuh pendinginan seperti radiator disatu pihak memerlukan panas untuk air panas dan kita pergunakan untuk mandi para tamu,”tandasnya  (Topan)