SURABAYAIMediabidik.Com - Dua kontraktor proyek pembangunan Puskesmas Manukan Kulon dan pembangunan SMP Negeri Tambak Wedi diputus kontrak, bahkan di back list oleh Pemkot Surabaya karena tidak mampu melanjutkan pembangunan. Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa, dan Administrasi Pembangunan Kota Surabaya, Ali Murtadlo menerangkan, jadi tahun 2025 itu kan ada dua proyek yaitu, pembangunan gedung SMP Tambak Wedi dan Puskesmas Manukan Kulon, ternyata sampai akhir tahun progresnya tidak sampai 100 persen, sehingga terjadi putus kontrak. Ali menerangkan, kontraktor yang pertama itu kontraktor yang untuk SMP ini CV SJU Baru beralamat di Puri Surya Jaya Sidoarjo. Dan kemudian yang satunya yang pembangunan Puskesmas Manukan Kulon, tu CV Reno Abadi, itu beralamat di Jl. Danau Bratan Timur H5 J27 Kota Malang. Sementara anggaran untuk pembangunan SMP Tambak Wedi sebesar Rp8 miliar baru dibangun 37% dengan dana yang dikeluarkan Rp2 miliar, jadi ada tersisa Rp6 miliar yang na...
SURABAYAIMediabidik.Com – Harapan warga Kota Surabaya untuk menikmati fasilitas pendidikan dan kesehatan baru di awal tahun 2026 harus tertunda akibat kegagalan kontraktor dalam menuntaskan tanggung jawabnya. Pembangunan SMP Negeri di kawasan Tambak Wedi dan Puskesmas Manukan Kulon kini resmi dinyatakan mangkrak, memicu reaksi keras dari Komisi D DPRD Kota Surabaya dalam Rapat Koordinasi yang digelar pada Rabu, (7/1/2026). Kritik tajam datang dari Johari Mustawan, anggota Komisi D, yang menyoroti lemahnya kredibilitas penyedia jasa. Ia mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk bersikap tegas terhadap kontraktor yang tidak amanah. "Pemkot harus waspada terhadap kemungkinan kontraktor bermasalah ini berganti nama untuk mengikuti tender di masa depan," ujar Johari. Ia juga memberikan usulan teknis agar anggaran pengawasan ditingkatkan menjadi 3 persen demi memperketat sistem screening dan evaluasi sebelum kontrak atau HDC Cleaning. Di sisi lain, anggota Komisi...