SURABAYAIMediabidik.Com - Mahasiswa penerima beasiswa Pemuda Tangguh dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, gagal melakukan audiensi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, untuk menyampaikan keresahannya terkait kebijakan penyamaan bantuan uang kuliah tunggal (UKT), padahal telah mendapatkan undangan Rapat Dengar Pendapat pada Senin (26/1/2026). Neno, perwakilan mahasiswa penerima Bantuan Beasiswa Pemuda Tangguh, menyampaikan kekecewaannya terkait penundaan jadwal hearing bersama Komisi D DPRD Surabaya yang seharusnya dilaksanakan hari ini. Penundaan dilakukan secara mendadak sekitar pukul 07.00 pagi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. "Kita awalnya mengira ini salah satu itikat baik dari pemerintah, tapi tiba-tiba dibatalkan dengan alasan ada urusan dengan rektor dulu," ujar Neno. Beasiswa Pemuda Tangguh telah berjalan sejak 2022, dengan total anggaran Rp71 miliar untuk 5.900 mahasiswa hingga 2025. Tahun 2026, Pemkot Surabaya...
SURABAYAIMediabidik.Com - Ditengah polemik beasiswa pemuda tangguh yaitu program Pemkot Surabaya untuk beasiswa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta (PTN/PTS), anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo menegaskan, bahwa sebenarnya PTS bisa untuk membiayai beasiswa. "Dalam visi-misi PTS kan ada dasar sosialnya seperti CSR, jadi baca semua PTS visi-visinya pasti mereka punya ada dasar sosial, kemudian sosialnya itu dimana, tentunya untuk mahasiswa yang tidak mampu,"ujar dr. Michael Leksodimulyo di Surabaya, Senin (26/01/2026). Contohnya, sambung politisi PSI Surabaya ini, salah satu PTS di kawasan MERR Surabaya aku masukkan satu tahun itu bisa sampai 10 mahasiswa dari keluarga miskin, ini ngomongnya di perguruan tinggi swasta. "Bahkan sudah ada yang diwisuda sudah selesai kuliahnya, kalaupun mereka mau nanti mau disekolahkan lagi karena anak ini pandai akan menjadi dosen misalnya,"ungkap dr.Michael. Terkait pertemuan Rektor PTS di Sur...