Skip to main content

Tambah 9 Titik Rumah Pompa Baru, Ditargetkan Awal Desember Beroperasi

​


SURABAYAIMediabidik.Com - Pada tahun ini, Pemkot Surabaya tengah membangun sembilan titik rumah pompa baru yang tersebar di berbagai wilayah. 

Hal itu disampaikan Adi Gunita Kabid Drainase DSDABM kota Surabaya mengatakan, tahun ini pemkot Surabaya menambah 9 titik rumah pompa baru di sembilan lokasi, diantaranya. 

​Di Betani, Panjang Jiwo, Darmahusada, Tambak Segaran, Tambak Mayor, Tanjungsari, Teluk Betung, Teluk Bayur dan Margomulyo dan target beroperasi awal Desember. 

​"Untuk Rumah Pompa Tanjungsari dan beberapa titik lainnya, ditargetkan sudah dapat melakukan uji coba (test commissioning) dan running mulai 1 Desember. Apabila seluruh tahapan uji coba berjalan lancar tanpa kendala, sistem pengendali banjir ini dipastikan sudah dapat dioperasikan sepenuhnya untuk menghadapi musim hujan." ujar Adi Gunita, kepada media ini, Selasa (3/11/2026). 

​Masih kata Adi Gunita, meskipun pengerjaan detail arsitektural dan finishing minor masih akan berjalan dan dapat diselesaikan secara bertahap hingga pertengahan Desember, prioritas utama proyek ini adalah berfungsinya sistem pompa terlebih dahulu.

Hingga saat ini, progres keseluruhan pembangunan rumah pompa di Surabaya telah mencapai 90 persen.

​"Dari total persentase tersebut, progres pekerjaan konstruksi sipil skala kecil telah mencapai 25 hingga 30 persen. Sementara itu, pengadaan komponen utama menunjukkan progres yang signifikan, di mana pengadaan pompa dan column pipe telah mencapai sekitar 60 persen. Seluruh unit pompa beserta column pipe tersebut saat ini telah ​berada di Surabaya dan siap dipasang." ungkap Adi. 

​"Adapun sisa 10 persen dari progres proyek saat ini difokuskan pada pekerjaan mekanikal dan elektrikal, seperti pemasangan jaringan PLN, serta kelengkapan perangkat kecil dan kabel-kabel pendukung." pungkasnya. (red) 


Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...