Skip to main content

DPRD Surabaya Dorong agar Program Rutilahu Terus Berlanjut dan Ditingkatkan


SURABAYAIMediabidik.Com
- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya terus mendorong agar program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dapat  berlanjut dan ditingkatkan setiap tahunnya. Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, memaparkan bahwa alokasi Rutilahu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 tercatat sebanyak 2.240 unit.

​Dari total tersebut, sekitar 1.500 unit dikerjakan oleh Kelompok Teknis Perbaikan Rumah (KTPR) yang melibatkan kelompok ekonomi masyarakat atau Pokmas di masing-masing kelurahan. Sisanya dikerjakan melalui satuan tugas (satgas) dari perangkat daerah dan KPP.

​"Tahun depan itu kita dorong agar itu bisa terus dilanjutkan. Jadi tahun depan itu ada 2.250 unit rumah tidak layak huni yang diperbaiki," ujar Eri Irawan kepada media ini, Senin (2/11/2026).

​Eri menjelaskan, terdapat beberapa poin pembaruan dan peningkatan dalam pelaksanaan program Rutilahu ke depan. 
Peningkatan anggaran per unit Standar Satuan Luas (SSL) perbaikan Rutilahu ditetapkan sebesar Rp35 juta per unit.

​Perluasan Kuota KTPR Terdapat penambahan jumlah kuota yang ditangani oleh KTPR menjadi 1.650 unit pada tahun ini, naik dari sebelumnya 1.500 unit.

​"Pengerjaan Rutilahu tidak melibatkan vendor, CV, atau PT besar, melainkan diserahkan langsung kepada KTPR yang beranggotakan warga di sekitar lokasi rumah yang dibangun. Hal ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar secara langsung." terang Ketua Komisi C DPRD Surabaya. 

​Lebih lanjut Eri menambahkan, program Rutilahu kini diintegrasikan dengan satgas kecamatan untuk membantu proses pembongkaran rumah warga serta disinergikan dengan program Kampung Pancasila guna menyediakan fasilitas pengosan sementara bagi warga selama proses renovasi berlangsung.

​Menanggapi potensi penyalahgunaan bantuan, pihak legislatif bersama pemerintah kota telah memberlakukan aturan tegas. Warga penerima manfaat dilarang untuk menjual atau mengontrakkan rumah yang telah direnovasi dalam kurun waktu 5 tahun setelah pengerjaan selesai. "Aturan ini termuat dalam perjanjian awal yang ditandatangani oleh penerima bantuan guna memastikan fasilitas tersebut tepat sasaran dan dirawat dengan baik." pungkasnya. 

​Komisi C DPRD Surabaya berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat ini dapat terus berjalan optimal demi mengentaskan kawasan permukiman kumuh sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga Kota Pahlawan. (red)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...