Skip to main content

Fraksi PPP Jatim Ajak Masyarakat Tangkal Hoax di Medsos


Mediabidik.com
- Masih tingginya kasus covid- 19 saat ini khususnya di Jatim, membuat anggota Fraksi PPP DPRD Jatim, Habib Mahdi mengajak masyarakat untuk tidak percaya hoax-hoax yang tersebar di medsos yang saat ini marah dan menyesatkan.

Menurut Mahdi, disaat Indonesia telah mengalami badai pandemi kedua, sejak bulan Juni. Kasus baru Covid-19. terjadi "pecah rekor" jumlah pasien. Puncaknya mencapai 57 ribu lebih kasus dalam sehari. Menjadi yang paling banyak di dunia.

Ironisnya ini semakin diperparah dengan munculnya hoax pembodohan masyarakat, tidak percaya Covid-19. Padahal kata Mahdi, wabah Covid-19 itu nyata, bukan fiksi, bukan khayalan. 

"Akibat hoax ini banyak masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. Menjadikan masyarakat tidak mengenakan masker di tempat umum, termasuk di tempat ibadah dalam berjamaah. Sehingga makin banyak masyarakat tertular Covid-19," ujarnya, Rabu (21/07/21).

"Rumah sakit dibanjiri pasien Covid-19, sampai kewalahan. Bahkan sampai menolak pasien, karena ruang rawat inap dan isolasi sudah penuh. Semakin berbahaya manakala masyarakat yang sudah terpapar tidak cepat tertolong. Realitanya, semakin banyak rakyat meninggal karena terpapar Covid-19," lanjutnya.

Bahkan kata Mahdi, saat ini juga ditambah hoax info palsu tentang vaksin. Padahal vaksin sangat penting untuk menumbuhkan kekebalan tubuh. 

Berbagai hoax tentang vaksin tutur pria asli Probolinggo akarb di panggil Habib ini, menyebabkan masyarakat enggan, bahkan sampai tidak mau mendaftar untuk vaksinasi, sehingga rentan terhadap wabah yang sedang mengganas. 

"Hoax tentang vaksin juga diikuti narasi dan gambar fakta palsu akibat vaksin. Berdasar penelitian Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), tidak pernah terjadi dampak vaksinasi.  Tetapi hoax malah bisa menyebabkan orang mati, karena terpapar Covid-19, yang tidak tertangani secara baik. Seharusnya Covid-19, bisa dicegah melalui vaksinasi," ungkapnya.

Selain itu, hoax lanjutnya juga mengakibatkan orang sakit tidak dibawa ke rumah sakit karena khawatir  di Covid kan. Padahal tidak ada satu dokter atau perawat yang suka dengan Covid-19. Sehingga seringkali pasien dibawa ke rumah sakit dalam keadaan parah, sangat sulit tertolong.

Untuk itu lanjut Habib Mahdi, dirinya mengajak mari berhenti membuat hoax, dan tidak meneruskan share berita hoax di media sosial, yang bisa menjadi pembunuh paling kejam.

"Tetap patuh protokol kesehatan 3M. Mengenakan masker secara baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak antar orang, menjauhi kerumunan," pungkasnya. (rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...