Skip to main content

Bappilu PDIP Surabaya Blusukan Kampung Resmikan Posko Ganjar Presiden

Mediabidik.Com - Posko Ganjar Presiden terus bermunculan di pelosok kampung di Surabaya. Terbaru yang didirikan antara lain di Kampung Panjang Jiwo Gang 4, Kampung Kutisari Utara II A, dan Kampung Panduk.

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Surabaya Anas Karno mengapresiasi, kian menjamurnya Posko Ganjar Presiden di pelosok kampung Surabaya.

"Ini merupakan bukti semangat kader PDIP dan masyarakat Surabaya untuk menjadikan mas Ganjar Pranowo sebagai presiden setelah Pak Jokowi di Pemilu 2024," tegasnya saat peresemian Posko Ganjar Presiden di Kampung  Panjang Jiwo.

Lebih lanjut Legislator Fraksi PDIP Surabaya tersebut mengatakan, Posko Ganjar Presiden serupa dengan Posko Gotong Royong yang didirikan kader PDIP di tahun 1999. Posko Goyong Royong berperan besar memenangkan PDIP dengan perolehan suara spektakuler. Saat itu PDIP berhasil meraih 35,62 juta suara (33,75%) dari 105,55 juta suara sah nasional.

"Semangat itu yang ingin kita warisi sekarang. Sehingga PDIP menang hattrick spektakuler dan Ganjar Presiden," ujar Anas Karno.

Sementara itu Sekretaris PAC PDIP Tenggilis Mejoyo, Defi Mutiara mengatakan, pendirian Posko Ganjar Presiden di wilayah Panjang Jiwo atas inisiatif kader PDIP dan warga.

"Posko ini didirikan atas kerja gotong-royong. Berlandaskan keinginan yang sama, memenangkan mas Ganjar menjadi presiden," pungkasnya.

10 Posko Ganjar Presiden direncanakan berdiri di wilayah Panjang Jiwo, menambah posko yang sudah berdiri sebelumnya. (red) 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Tiga Alasan Kejaksaan Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Eks Dirut PT DOK

SURABAYA (Mediabidik) – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Heru Kamarullah, secara tegas menyatakan pihaknya sudah menyatakan secara resmi, untuk mengajukan perlawanan terhadap vonis bebas yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor Surabaya terhadap Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), Riry Syeried Jetta. "Perlawanan dalam bentuk upaya hukum kasasi tersebut sudah resmi kita dinyatakan ke Pengadilan pada Rabu (23/10/2019) lalu," terang Heru, Jumat (25/10/2019) Heru menambahkan, Kasasi atas putusan bebas tersebut dilakukan berdasarkan tiga pertimbangan sebagaimana diatur dalam pasal 253 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pertama, terkait peraturan hukum yang tidak diterapkan sebagaimana mestinya. Kedua, untuk menguji kinerja hakim dalam mengadili perkara telah sesuai dengan Undang-Undang apa tidak atau dalam istilah hukum disebut judex facti. Dan yang ketiga, untuk menguji batas kewenangan pe...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...