Skip to main content

Hakim Vonis Bebas Ketua DPC KAI Surabaya

SURABAYA (Mediabidik) - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Surabaya Ir Eduard Rudy Suharto SH, MH dinyatakan lepas dari tuntutan hukum (onslag van recht vervolgingatas perkara dugaan penipuan dan penggelapan yang saat ini melilitnya.

Hal itu terungkap pada sidang agenda pembacaan vonis yang digelar di ruang Sari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (15/1/2019).

"Menyatakan terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum, kendati telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, akan tetapi terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana, karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana," ujar majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki membacakan amar putusannya.

Adapun pertimbangan majelis hakim, antara lain disebabkan adanya perdamaian antara Eduard Rudy selaku terdakwa dengan Dian Sanjaya sebagai korban pelapor.

"Diaamping itu, juga ada pembayaran yang dilakukan terdakwa jauh hari sebelum adanya perdamaian," tambah hakim.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU Nurahman dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim sebelumnya. Jaksa menuntut Eduard dengan hukuman 5 bulan penjara. Atas vonis ini, jaksa masih menyatakan pikir-pikir guna mengambil langkah hukum kasasi. "Vonis ini kita laporkan dulu ke pimpinan, kita masih memiliki waktu 7 hari untuk mengambil sikap," terang jaksa.

Saat diwawancarai usai sidang, Eduard Rudy menyatakan rasa syukurnya, bahwasannya ia mendapatkan keadilan dalam kasus yang menimpanya. "Apreasiasi tinggi saya sampaikan kepada majelis hakim, yang dapat secara jeli melihat hingga memutuskan secara adil perkara ini," ujarnya.

Ditanya langkah yang bakal diambil, Eduard Rudy mengaku belum mempersiapkan hal itu. "Saya menunggu petikan putusan dulu, sambil berkordinasi dengan organisasi. Pasalnya, pimpinan saya di KAI maupun IPHI sempat menyampaikan agar memaafkan dan mengambil hikmah atas kasus ini serta dijadikan bahan evaluasi kita," terang Eduard.

Ia pun mengaku, selama proses hukum kasus ini, ia merasa tertekan atas derasnya pemberitaan yang terkesan menyudutkan dia sebagai pihak yang bersalah. "Saya harap dengan putusan vonis ini, bisa mengembalikan nama baik saya. Selama ini saya merasa mendapat penghakiman dari pemberitaan yang ada di media," tambahnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KAI Jatim H Abdul Malik SH, MH mengaku pihaknya sudah mendengar vonis yang dijatuhkan ke anggotanya tersebut.

"Ya..Kita sudah mendapat laporan soal vonis hari ini (kemarin, red). Dan kami apresiasi hal ini. Majelis hakim menjatuhkan putusan sesuai hati nurani. Fakta dipersidangan juga terungkap bahwa korban mengakui sudah ada perdamaian dalam kasus ini sebelumnya," ujar pria yang tahun ini mendaftarkan diri sebagai caleg dari Partai Gerindra tersebut.

Malik juga menceritakan, jauh hari sebelumnya Eduard sempat meminta perlindungan hukum ke organisasi atas proses hukum yang menimpanya. Semua data yang diserahkan Eduard ke pihaknya, akhirnya dipelajari dan valid. 

"Sejak awal kita berpendapat bahwa ini bukan perkara pidana. Selanjutnya kita membentuk tim pemantau untuk mengikuti jalannya persidangan. Dan mekanisme itu tidak diketahui Eduard Rudy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Eduard Rudy Suharto dituding melakukan penggelapan uang yang seharusnya digunakan untuk membeli rumah. Sebagai pelapor adalah Dian Sanjaya, pengusaha yg menyerahkan uang ke Eduard Rudi senilai Rp3,9 miliar untuk mengikuti lelang rumah di Pakuwon.

Sampai batas waktu yang ditentukan, ternyata rumah tidak berhasil terbeli. Proses mediasi dan perdamaian dilakukan sampai Eduard Rudy berkewajiban mengembalikan Rp3,59 miliar. 

Berjalannya waktu, korban masih beranggapan Eduard belum sepenuhnya memenuhi kewajibannnya, sehingga melapor ke pihak berwajib. Korban sempat mencabut laporan polisi, namun surat pencabutan laporan dianggap korban tidak berlaku karena ada syarat yang tidak dipenuhi Eduard. Atas perbuatannya, Eduard Rudy dijerat pasal 372 dan 378 KUHPidana. (opan)

Foto
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Surabaya Ir Eduard Rudy Suharto SH, MH sesaat usai jalani sidang di PN Surabaya, Selasa (15/1/2019). Henoch Kurniawan 

Comments

Popular posts from this blog

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan