Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - 20 tahun memperingati perjalanannya menjadi sebuah industri media, PT Pulitzer Indonesia Media (PIM), yang menaungi BIDIK online dan cetak, menggelar kegiatan bertajuk "Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut" di Taman Dolan, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (26/10/2019).

Pada kegiatan kali ini, hadir sebagai narasumber, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Eko Pamuji yang diundang secara khusus untuk mengedukasi wartawan BIDIK terkait pentingnya mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Saya ucapkan, Selamat Ulang Tahun buat BIDIK yang ke-20, semoga selalu menjadi media online yang independen, yang akurat dan mencerdaskan pembacanya," ucap Eko Pamuji.

Pria kelahiran Tulungagung 1967 ini lalu menjelaskan tentang UKW. Menurutnya, ada 3 hal penting yang wajib dimilik seorang jurnalis atau wartawan, yakni Profesional, Berwawasan dan Beretika. 

"Ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang wartawan, yakni profesional, mempunyai wawasan dan juga harus beretika," imbuhnya.

Terkait profesionalisme, seorang wartawan harus mempunyai naluri jurnalistik, mampu melakukan penulisan berita (kemampuan utama wartawan) yang sesuai dengan kaidah bahasa jurnalistik, yakni bahasa pers atau bahasa media. 

"Ciri bahasa pers itu padat (ringkas), lugas (sederhana), dan mudah dipahami," terang Eko.

Tak hanya itu, wawasan seorang jurnalis haruslah luas. Harus selalu meng-update segala informasi yang terbaru. "Wartawan tidak boleh kuper (kurang pergaulan). Harus update terus. Jangan sampai seperti katak dalam tempurung, hanya jago kandang," terangnya.

Sedangkan terkait etika dalam melakukan tugas-tugas jurnalistiknya, seorang wartawan haruslah memenuhi kode etik jurnalistik yang telah diatur dalam UU Pers.

Eko juga sedikit membocorkan ujian yang menyangkut tentang jejaring. Disini Eko menjelaskan, yang dimaksud jejaring adalah wartawan yang melakukan liputan tentulah memiliki narasumber. Dan narasumbernya inilah yang nantinya yang membuktikan bahwa wartawan tersebut memiliki jaringan. 

"Nanti di UKW, teman-teman akan disuruh menyetorkan sekitar 20 nama narasumber. Disitu akan disuruh oleh penguji untuk menghubungi satu persatu, jika tidak bisa dihubungi, pasti tidak lulus," ungkapnya.

Namun, Eko juga memberikan salah satu trik menyiasati hal tersebut yakni dengan cara H-1 menghubungi ke duapuluh nara sumber tersebut. 

"Untuk menyiasati, H-1 kita hubungi semua narasumber kita. Sampaikan kepada mereka, temen-temen lagi ujian. Minta tolong diangkat teleponnya jika penguji yang menghubungi," pungkas Eko. 

Usai memberikan materi, seluruh wartawan BIDIK berkesempatan berfoto bersama Eko Pamuji. 

Sementara Ketua panitia pelaksanaan, M. Rokhim, menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar saat ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik wartawan BIDIK di era milenial.

"Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mudah-mudahan bermanfaat bagi rekan-rekan wartawan BIDIK. Kami sebagai panitia tak lupa mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan," kata Rokhim.

Untuk diketahui, kegiatan ini tak hanya terkait pelatihan saja. Akan tetapi, juga ada gelaran acara santunan anak yatim sekitar tempat diklat di Taman Dolan.(pan)

Foto : Eko Pamuji Seketaris PWI Jatim foto bareng dengan wartawan BIDIK usai acara. 

Post a Comment