Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi warga kota Surabaya. Tahun ini pemerintah kota (Pemkot) Surabaya akan membangun tiga unit tempat hunian berupa Rumah Susun Sederhana dan Sewa (Rusunawa) baru di tiga lokasi kota Surabaya diantaranya, Pondok Benowo Indah (PBI) Babat Jerawat, Indrapura dan Gunung Anyar, yang mengunakan dana APBD kota Surabaya 2019 sebesar Rp 76 milliar.

Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPCKTR pemkot Surabaya Moch Taufik Siswanto mengatakan, minggu depan kita mulai proses lelang, memang untuk desainnya kita perlokasi itu satu blok. Satu blok untuk 100 unit hunian PBI Babat Jerawat dan Indrapura, untuk Indrapura satu blok cukup besar model letter L 152 hunian.

"Itu nanti untuk kebutuhan penggelolaan itu sendiri kita serahkan di Dinas Penggelolaan Tanah dan Bangunan (DPTB)." terang Taufik, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (1/2/2019).

Alumni Unitomo Jurusan Sipil Bangunan menambahkan, untuk anggaran rusun PBI dan Gunung Anyar anggarannya sama, sekitar Rp 23 milliar per lokasi. Untuk yang Indrapura Rp 30 milliar karena lebih besar, kalau Indrapura lokasinya masuk Pesapen dekat rusun lama.

"Kenapa dibangun baru lagi, karena banyak yang membutuhkan. Informasi dari DPTB kurang lebih ada 3000 sekian yang masih antri." ucapnya.

Saat ditanya kenapa pemkot membangun rusunawa mengunakan dana APBD bukan dana APBN dari pusat, Taufik menjelaskan, memang ada ketentuan, kalau mengunakan APBN kita cuma menyediakan lahan yang cukup luas. 

"Sedangkan yang kita bangun ini lahannya kurang dan kita manfaatkan maksimal. Kalau dari APBN ada kriteria tertentu harus luas dan harus beberapa blok, ada pengembangan seperti yang ada di rusunawa Keputih." jelasnya.

Lebih lanjut Taufik memaparkan, kalau sekarang yang dibangun seperti di Indrapura itu luasnya 60 x 80 meter, kurang lebih setengah hektar are.

"Kalau yang kita sediakan ngak skalian perabotannya, memang disana untuk fasiltas kamar mandi sendiri-sendiri dan ada sedikit pantri dan dapur kecil saja. Ukurannya cukup 24 meter persegi satu unit. Untuk fasilitas lainnya ada ruang pertemuan, ruang pengelola/penjaga, ruang BLC, ruang Koperasi dan Musholla." paparnya.

Masih menurut Taufik, rata-rata pembangunan satu blok semua, cuma yang bedakan di Indrapura modelnya letter L cukup lebih besar. " Dilelang mulai bulan ini. Insyaallah Maret mulai bisa dibangun fisiknya dan untuk target selesainya tahun ini, untuk jangka waktu pekerjaan kurang lebih 9 sampai 10 bulan dan Desember sudah selesai. " pungkasnya. (pan)




Post a Comment