Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Belasan pegiat musik jalanan yang tergabung dalam Rakyat Jelata Community melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD Kota Surabaya, Selasa (12/02/2019). Aksi itu untuk menolak RUU Permusikan yang saat ini sedang digodok oleh Pemerintah dan DPR. 

"Kita minta agar RUU itu dikaji dulu seelum disahkan, karena banyak persoalan yang merugikan para pegiat seni dengan mempersempit ruang gerak para musisi dan seniman untuk berkarya" tegas Kiki Kurniawan koordinator aksi.

Para pengunjuk rasa ini juga menyinggung soal perda larangan mengamen di Surabaya. Menurut Kiki mengamen itu tidak selamanya buruk.

"JRC adalah komunitas yang bergerak dibidang sosial. Kita mengamen hasilnya untuk membantu anak-anak jalanan, diantaranya untuk kebutuhan mereka bersekolah" ujarnya.

Kiki menggaris bawahi kalau masih banyak program pemeritah yang belum menyentuh kesejahteraan masyarakat di lapisan bawah. Sedangkan apa yang dilakukan JRC berupaya untuk membantu pemerintah dilapisan kelas bawah. 

Kiki berharap pemerintah kota Surabaya punya solusi bukan hanya melarang mengamen melalui perda.

Para peserta aksi sempat ditemui Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji. Bahkan politisi PDIP itu sempat memainkan salah satu alat musik di tengah kelompok aksi. Tapi tiba-tiba Armuji meninggalkan lokasi unjuk rasa setelah permintaannya agar kelompok aksi memainkan lagu Jokowi ditolak peserta aksi.

"Kami disini untuk berunjuk rasa bukan berpolitik dukung mendukung capres" teriak massa aksi. (pan)

Foto : Puluhan pengamen jalanan saat mengelar aksi demo didepan kantor DPRD kota Surabaya.

Post a Comment