Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Munculnya aksi massa pendukung pasangan capres - cawapres No 01, disaat kedatangan Capres - Cawapres No urut 02 di Jatim beberapa waktu lalu, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TKD) Jawa Timur Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, membantah itu adalah upaya penghadangan kampanye Prabowo maupun Sandiaga Uno di Jawa Timur. Aksi itu adalah penyambutan biasa. Tidak menghadang. Apalagi mencekal. 

Ini disampaikan Machfud lantaran ada opini yang sengaja digiring untuk menyudutkan tim pasangan calon 01. Bahwa mereka sengaja mengerahkan massa untuk membuat aksi saat Prabowo maupun Sandi datang di Jawa Timur.  

"Apa yang terjadi di Bulak Kenjeran beberapa hari lalu adalah bentuk penyambutan, walau berbeda. Sebab, di sana memang basis pendukung pak Jokowi," katanya disekertariat TKD Jatim, Jumat (22/2).

Lagipula, lanjut Machfud, tidak ada keributan di acara tersebut. Para peserta aksi juga berada di pinggir jalan. Tetap mempersilahkan calon Presiden Prabowo Subianto mengikuti acara.  

"Lihat saja, tidak ada pelarangan. Acara juga masih berlangsung. Mereka menyambut dengan mengatakan mereka pendukung Jokowi," kata mantan Kapolda Jatim ini.  

Machfud juga memastikan, aksi penyambutan tersebut juga dilakukan spontan oleh masyarakat. Tidak ada pengerahan massa. Apalagi massa bayaran sebagaimana dituduhkan. 

"Di sana itu markas PDIP. Markas pendukungnya Pak Jokowi. Jadi begitu tahu ada calon lain datang, mereka spontan menyambut, dengan menunjukkan bahwa mereka masuk di wilayah yang sebagian besar mayoritas pedukung pak Jokowi," imbuhnya. 

Kasus serupa, kata Machfud juga terjadi di wilayah lain di Jawa Timur, seperti Bojonegoro, Tuban, Sampang dan Malang beberapa waktu lalu. 

"Maka, janganlah membangun narasi keliru, dan menyesatkan," katanya. 

Mahfud mengatakan pihaknya tidak bisa melarang karena itu keinginan mereka untuk menunjukkan jatidirinya sebagai pendukung pak Jokowi dalam pilpres mendatang.

"Kita berharap ini tidak berkembang dan pemilu berjalan dengan baik dengan membuat orang tidak takut dan demokrasi berjalan dengan damai tidak ada kekerasan," pungkasnya.

Seperti diketahui, selaian kasus Capres Prabowo di kawasan Bulak Kenjeran Surabaya beberapa waktu lalu, Cawapres Sandiaga Uno juga beberapa waktu lalu disambut spanduk dukungan Jokowi-KH Ma'ruf Amin saat datang di Tuban dan Bojonegoro. . 

Akibat aksi ini, Sandi berkoar bahwa dirinya dicekal di beberapa tempat. Ini seperti disampaikan Sandi saat berkunjung ke Situbondo beberapa hari lalu.(RoHa)

Post a Comment