Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Tahun ini pembangunan fisik jalur lingkar luar barat (JLLB) dan jalur lingkar luar timur (JLLT) akan segera dikerjakan. Hal itu dilakukan setelah pemkot Surabaya melakukan proses pembebasan tanah yang cukup lama. 

Proyek JLLB dan JLLT sebagaimana diketahui bakal menjadi solusi jalan non tol yang menguhubungkan akses wilayah Barat dan Timut Surabaya.  

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan proyek ini sebenarnya sudah jalan. Namun untuk lahan yang menjadi kewenangan dari pengembang.  

"JLLB dan JLLT ini banyak pengembang yang kontribusi. Jadi trase jalan yang melewati tanah pengembang,  dihibahkan ke Pemkot dan dibangunkan fisik jalannya," kata Erna, Rabu (23/1/2019).

Namun bukan semua trase jalan dibangunkan oleh pengembang. Trase perencanaan jalan yang melewati rumah warga maka menjadi kewajiban Pemkot untuk membebaskan dan melakukan pembangunan fisik jalannya.  

Pembebasan lahan untuk JLLB dan JLLT sudah memakan ratusan miliar. Sempat terjadi penolakan pembebasan lahan di kawasan Sememi untuk JLLB, namun akhir tahun 2018 lalu warga sudah sepakat untuk pembebasan dan sudah dilakukan pembayaran. 

Dikatakan Erna, tahun ini, pengerjaan fisik jalan JLLB dan JLLT  sudah dimulai dan sudah ada pemenang lelangnya. Dua proyek JLLB dan JLLT ini dimenangkan oleh kontraktor yang sama.  

"Kebetulan pemenangnya sama. Yang JLLB nilai proyeknya Rp 100 miliar.  Untuk yang JLLT 120 miliar.  Insyallah jalan semua ini," tegas Erna.  

Untuk JLLB, disampaikan alumnus ITS ini bakal mulai dikerjakan dari Sememi ke arah utara hingga bertemu fly over yang bakal dibangun Pelindo untuk sampai ke Teluk Lamong. Sedangkan JLLT juga akan dikerjakan dari kawasan Kenjeran. 

"Proyeknya tahun 2019 semoga bisa selesai. Kita tunggu saja semoga lancar tidak ada halangan," tegas Erna.  

JLLB akan dibangun dengan panjang 19,8 kilometer dari kawasan Suramadu hingga Gunung Anyar. Sedangkan untuk JLLT bakal dibangun sepanjang 16 meter dibangun dari Lakarsantri hingga Romokalisari.  

Sementara itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa proyek jalan JLLB dan JLLT sudah ada masterplannya sejak tahun 2000. 

"JLLB dan JLLT itu susah ada masterplannya sejak tahun 2000 lalu.  Juga sistem transportasi timur barat. Makanya kita sudah mulai itu termasuk akses angkutannya kan kita bukan. Semua itu ada di Surabaya Integrated Transportation Network Planning,  jadi nggak ngawur," kata Risma.(pan)

Post a Comment