Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Menjelang pencoblosan pemilu 2019 banyak pemilih yang sebelumnya tidak terdaftar di DPT tiba-tiba terdaftar. Kejadian ini terjadi di wilayah Jetis Kulon 1, Wonokromo Surabaya dimana rumah dengan alamat Jetis Kulon 1 No.74 atas nama Isa Anshori yang aslinya ditempati 5 orang, saat ini DPT nya menjadi 15 orang.

Disinyalir karena adanya peralihan peruntukan sebelumnya rumah tinggal kini disewakan menjadi Alfamart, jadi ada penambahan jumlah penghuni. Kejadian ini terkuak saat pemilik rumah yang merupakan sahabat Dharmawan, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya bahwa si pemilik rumah bersama 5 anggotanya tidak terdaftar di DPT, melainkan sudah berubah nama lain.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Dharmawan mengatakan, dari kejadian di Jetis Kulon 1 tersebut ini harus menjadi perhatian buat KPU dan Panwas, apakah warga yang terdaftar sudah benar warga dengan alamat yang sama.

"Jangan sampai muncul pemilih siluman, ini perlu diwaspadai sama KPU dan Panwas." Ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (23/10/2018).

Ia menjelaskan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya harus menelusuri DPT yang ada di rumah Jetis Kulon 1 No. 74, kenapa jumlah yang terdaftar 15 orang, sementara pemilik rumah aslinya yang hanya 5 orang tidak terdaftar di DPT.

"Kita tahu saat ini ada 31 juta jumlah pemilih yang tiba-tiba muncul, nah apakah yang di Jetis Kulon 1 juga termasuk diantara 31 juta ini. Masih ada waktu enam bulan lagi KPU memperbaiki DPT yang siluman itu." Kata Dharmawan.

Politisi Partai Gerindra Kota Surabaya tersebut juga menambahkan, KPU harus cepat memperbaiki daftar siluman yang terjadi di Jetis Kulon 1 No.74. Selain itu, Dispendukcapil Kota Surabaya juga harus menelusuri mengapa ada NIK 15 orang dialamat yang sama di rumah Isa Anshori.

"Dari kejadian ini kita akan mencoba panggil KPU, Panwas, dan Dispendukcapil." Ungkapnya. (pan)

Post a Comment