Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Opening konggres United Cities Local Goverment Asia Pacific (UCLG ASPAC) ke 7 yang digelar di Gedung Dyandra Convention Hall Surabaya, hari ini Kamis (13/09/2018). Dalam acara tersebut menghadirkan empat narasumber dari anggota UCLG ASPAC yaitu Presiden UCLG ASPAC Won Hee Ryong, Sekjen UCLG ASPAC Bernadia Irawati dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini serta Dr Koo Teng Chye keynote speaker dari Centre For Liveable Cities. Salah satu agenda utama dalam konggres tersebut adalah pemilihan Presiden UCLG ASPAC periode 2018-2022.

Presiden UCLG ASPAC Won Hee Ryong mengatakan, Walikota Surabaya Tri Rismaharini didaulat menjadi kandidat tunggal Presiden UCLG ASPAC periode 2018-2022.

"Sejauh ini kita hanya miliki satu kandidat. Banyak yang berharap beliau jadi presiden UCLG ASPAC dan berharap bisa membawa perubahan" ujar Won Hee Ryong.

Won Hee Ryong atau yang akrab disapa Mr Won menambahkan, banyak yang sudah dilakukan Risma kepada Surabaya, dengan menjadikan kota Surabaya menjadi bersih, banyak taman."Saya berharap Risma menjadi Presiden yang luar biasa" harap Won.

Pria yang juga menjabat Gubenur Propinsi Je Ju Korea Selatan ini menjelaskan, UCLG ASPAC sudah melakukan banyak dengan membentuk komite dan juga komitmen selama 4 tahun belakangan ini."Kita berharap ada kerjasama yang lebih besar kuat dan keanggotaan yang lebih besar" pungkas Won.

Didaulat menjadi calon tunggal Presiden UCLG ASPAC, Risma mengatakan, sebenarnya ada kearifan-kearifan lokalyang bisa diangkat untuk sustainable deplovmen, seperti kejadian bencana. Saat ini saya lihat beritanya, hampir semua Manila terkena hurricane (Bencana).

" Jadi kearifan lokal bisa dibagi untuk kita kembangkan bersama menangani permasalahan wilayah. Jadi anggota UCLG itu bukan hanya kota, tapi juga kabupatenjuga ada provinsi. Dan saya menyampaikan dan lihat sendiri bagaimana di Phuket Thailand, warga disitu menanam cemara udang sehingga terselamatkan dari Tsunami, kemudian di Banda Aceh mestinya secara teori dia korbannya paling banyak. Tapi ternyata mereka korbannya paling kecil, karena dia punya kearifan lokal bagaimana untuk menyelamatkan diri." terang Risma.

Risma menambahkan, banyak anggota kami bukan ibukota negara. Sehingga anggrannya pasti terbatas, oleh karena itu kami senang, kemarin ada pertemua-pertemuan kecil setelah ini membahas tentang permasalahan – permasalahan termasuk nanti saya bicara sebagai anggota GCom, bagaimana permasalahan Suitnable Deplovmen Goal (SDG).

" Saya kira kita bisa berbagi pengalaman, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya cukup besar. Tapi kami bisa berikan masukan kearifan lokal, seperti yang tadi diucapkan Presiden Won dan Ibu Bernadia tentang culture itu bisa membantu kami dengan segala keterbatasan menyelamatakan penduduk –penduduk kami," pungkas Risma.

Sementara itu Sekjen UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandrawati mengatakan UCLG ASPAC kalau bahasa indonesianya adalah perserikatan pemkot sedunia, kantor pusatnya ada di Barcelona Spain dan coveratenya adalah Asia Pasipic (ASPAC) kita ada member banyak sekali, karena Asia Pasific ini adalah the larges regional section dari UCLG ASPAC.

"Paling besar ada disini, karena ada negara China, Sout Korea, India dan juga dari Indonesia karena coverage kita. Kalau kita lihat dari jumah penduduk ada 3,6 milliar populasi yang kita cover, karena member kita kalau kita conec ada lebih dari 7000 pemda dan pemkot se asia pacific." ungkap Sekjen UCLG ASPAC.

Bernadia menambahkan, banyak sekali isu – isu yang tren sekali, bagaimana membentuk kota yang suintanable, kota yang ramah anak dan kita fokus kepada mobility dan isu tentang kebudayaan atau culture, bukan hanya tari-tarian yang tdai presiden Won sampaikan bagaimana kebudayaan itu berpegaruh pada lingkungan, perencanaan kota dan isu kebersihan, semua tercantum dalam budaya tersebut.

" Nanti juga ada isu mengenai smart city dan susenable deplovmen goal dan disitu ada 17 goal dan 116 target dan kita bangga sekali Surabaya sebagai tuan rumah dalam konggres ini. Kita targetkan 800 ternyata yang regristrasi lebih dari 1200, warga Surabaya harus bangga sekali karena baya partisipan luar negeri yang datang ingin belajar ke Surabaya, termasuk Kuala Lumpur reques khusus kepada kami untuk difasilitasi, bagaimana Surabaya berubah menjadi kota yang bersih dengan program 3 R nya," paparnya. (pan)

Post a Comment