Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) – Pemprov Jawa Timur kembali menggelontorkan penyertaan modal di tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur dengan nilai cukup besar. Kebijakan ini pun jadi perhatian serius anggota DPRD Jawa Timur, karena jumlahnya sangat besar dan dilakukan di perubahan APBD Jatim 2018 yang kini sedang dibahas.

Melalui laporan pandangan umum fraksi-fraksi, masalah penyertaan modal di 3 BUMD ini disorot. Diantaranya adalah penyertaan di Perusahaan Daerah Air Bersih dengan nilai Rp 55 miliar. Kemudian PT Jamkrida sebesar RP 5 miliar dan PT ASuransi Bangun Askrida Rp 3,17 miliar. Total keseluruhan penyertaan modal P-APBD Jatim 2018 adalah Rp 63,17 miliar.

Anggota Fraksi Nasdem Hanura DPRD Jatim, Gatot Sutantra penyertaan modal di tiga BUMD itu diusulkan dalam pada kelompok pengeluaran pembiayaan daerah. Terkait dengan kebijakan pembiayaan tersebut, harus sebanding dengan peningkatan kinerja dan profesionalitasnya. Sehingga bisa menjadi perusahaan yang berkontribusi terhadap pembiayaan daerah. 

"Penyertaan modalnya kan sudah cukup besar, jangan sampai hanya jadi beban pemerintah daerah, tapi harus bisa berkontribusi nyata dalam lewat PAD," jelas Gatot Tantra, Senin ( 27/8).

Senada, Sholeh Hayat, Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim juga mempertanyaakan sejauh mana sumbangsih BUMD-BUMD di Jawa Timur dalam berkontribusi meningkatkan PAD Jawa Timur. Baik itu melalui peningkatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan maupun kebijakan penambahan modal dan sebagainya. 

Hal Ini menurut Sholeh Hayat, perlu dijelaskan, karena beberapa tahun terakhir ini banyak perda dan paket kebijakan yang diterbitkan untuk penambahan modal maupun penguatan kelembagaan BUMD Jatim. "Karena faktanya sejauh ini hasilnya belum terlalu signifikan bagi penambahan PAD," jelas Sholeh Hayat.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mendukung permintaan DPRD Jatim agar penambahan penyertaan modal daerah kepada BUMD harus dapat meningkatkan kinerja dan profesionalitas BUMD. Sehingga mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan daerah dan tidak membenani pemerintah daerah. 

"Memang penambahan penyertaan modal kepada BUMD telah dilakukan analisa investasi dan rencana bisnis perusahaan yang menjadi dasar usulan awal," kata Soekarwo.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini memaparkan penyertaan modal pada PD Air Bersih Rp 55 miliar digunakan untuk mendukung operasionalisasi fasilitas air minum umbulan setelah kontruksi selesai. Antara lain untuk infrastruktur dan lembaga unit SPAM Umbulan, penyiapan jaringan distribusi, reservoir pompa, rumah panel, genser dan lain sebagainya. 

"Karena fasilitas air minum umbulan akan mulai beroperasi akhir tahun 2018, sehingga untuk mendapatkan potensi pendapatan dari penjualan air bersih, maka pembangunan infrastruktur menjadi prioritas," papar Pakde Karwo. 

Begitu juga untuk penyertaan pada PT Jamkrida Rp 5 milair digunakan untuk peningkatan ekuitas perusahaan sebagai upaya meningkatkan nilai jaminan kredit. (RoHa)

Post a Comment