Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur berharap agar pengelola tambang bukit Tumpang Pitu kabupaten Banyuwangi dikelola dengan maksimal supaya bisa meningkatkan ekonomi di Jawa Timur. Masyarakat sekitar harus diberdayakan, agar bisa ikut menikmati hasil tambang yang eksploitasi sejak tahun 2017 itu. 

"Segala aktivitas pertambangan perlu adanya keuntungan kepada masyarakat sekitar Kabupaten tersebut dan Provinsi Jawa Timur," kata Sekretaris PW PII Jawa Timur.

Ir. Andira Reoputra, Dipl, MAURP dalam diskusi berjudul "Tumpang Pitu Potensi atau Polemik bagi Masyarakat" di Surabaya pada Sabtu (14/7).

Dia mendesak agar Pemprov Jawa Timur pro aktif melakukan kajian mendalam agar pengoperasian  tambang, khususnya Tumpang Pitu di kabupaten Banyuwangi tidak menimbulkan polemik. Masyarakat sekitar harus mendapatkan imbalan, berupa pemberdayaan ekonomi dan menikmati pembangunan infrastruktur agar tidak terkesan tidak dieksplotasi. 

"Arahan kami agar instansi provinsi yang berwenang mulai dinas ESDM, Bappeda dan perizinan selalu mengawal selama proses produksi," tegasnya. 

Menurut dia, salah satu langkah yang harus ditempuh pemerintah adalah membentuk BUMD yang Bergerak di bidang tambang. Untuk mengawal proses pembagian saham agar nantinya bisa menguntungkan Pemerintah Daerah dan Pemprov Jatim. 

"Memang harus ada BUMD yang khusus bergerak di bidang tambang. Selama ini Pemprov Jatim tidak punya instansi tersebut. Khusus untuk PJU kan hanya bergerak di bidang Migas," katanya. 

Andira menduga, salah satu sumber terjadinya konflik tambang adalah karena tidak hadirnya pemerintah mengawal proses produksi. Sehingga, masyarakat merasa terabaikan, sehingga merasa tidak puas. 

"Terjadinya gejolak disana karena tidak dikawal pemerintah setempat 
ESDM, provinsi Jawa Timur," pungkasnya.(RoHa)

Post a Comment