Ads (728x90)


MADIUN (Mediabidik) -  Jelang pencoblosan Pilkada Serentak  di 171 wilayah, Ketua Umum Partai Demokrat  Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Waketum Syarief Hassan, Sekjen Hinca IP Pandjaitan, para Wasekjen Didi Irawadi, Andi Arief dan Renanda Bachtar serta Para Komunikator Politik, Anggota DPR RI dari FPD daerah pemilihan  Jawa Timur untuk mengkonsolidasikan mesin Partai Demokrat dalam rangka Pemenangan Khofifah Emil .

Senin sore (18/6) dilaksanakan apel siaga Partai Demokrat yang diikuti sejumlah Calon Kepala Daerah yg diusung Demokrat, 38 DPC dan ribuan kader menjelang H-9 pencoblosan untuk Pilkada di Jatim. 

Kehadiran Ketua Umum SBY ingin memastikan bahwa seluruh pengurus DPD dan DPC dan juga kader Demokrat hingga level ranting bekerja all out untuk memenangkan Pilkada Jawa Timur. 

"Jika ada kader yang mbalelo laporkan agar segera diberhentikan. Ini organisasi, apa yang menjadi garis Partai wajib dilaksanakan, "tegas SBY dihadapan ribuan kadernya, Senin (18/6).

Demokrat akan memastikan Jawa Timur sebagai lumbung suara akan bisa  kembali direbut Partai Demokrat. Kehadiran Ketum untuk memastikan bahwa mesin siap untuk bergerak dan memenangkan Khofifah Emil.

Dalam prescon nya SBY menyampaikan statemen kepada awak media terkait perkembangan dan dinamika politik di Jatim. Pertama, Ketum intruksikan kepada Pimpinan Demokrat Jatim juga calon Gubernur dan Wakil Gubernur, calon Bupati maupun Wakil Bupati , Calon Walikota maupun Wakil Walikota untuk melakukan kompetisi secara ksatria dan benar benar jujur dan adil. 

Kedua, harapan pemilu kita adalah pemilu yang dilaksanakan demokratis jujur dan adil. Saya yakin kader yang diusung Demokrat kader yang handal ber kompetisi secara sehat, jangan berjanji yang muluk muluk. Menyerukan kepada Paslon lain untuk melakukan hal yang sama. Berkompetisi dengan fair. 
Ketiga, Ketum meminta agar aparat netral, sebagai orang yang pernah memimpin negeri ini tahu agar aparat netral baik untuk negeri. 

"Janganlah diciderai ruh atau semangat reformasi. Rakyat akan sedih jika reformasi TNI Polri dirusak. Aparat TNI, Polri dan BIN harus bersikap netral dan tidak memihak agar penyelenggaraan Pilkada dapat berlangsung demokratis jujur dan adil ," papar SBY di hadapan awak media.  (RoHa)

Post a Comment