Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Wakil Ketua MPR RI  Muhaimin Iskandar  didampingi Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar  melihat langsung tempat kejadian perkara di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Surabaya, Senin (14/5).

Dalam kunjungan ke Gereja ke Ngagel tersebut, Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB ini, ada tiga cara penanganan sel-sel baru teroris yang terus tumbuh.

Pertama, penanganan teroris yang di dalam penjara. Isolasi harus dilakukan dan penanganan pertobatan harus ditangani dengan baik. "Kemenkumham harus buat MoU dengan NU melalui Toriqot dan Dzikir Terapi Kejiwaan," tuturnya. 

Kedua, penanganan keluarga teroris di luar. Polisi harus dibantu dan tidak mungkin menangani dendam dan doktrin yang terus dipelihara oleh jaringan teroris.  "Ketiga, Banser dan GP Ansor untuk mengkonsilidasi diri menjaga tempat ibadah bersama elemen masyarakat. Waspadai juga banyak hoax bertebaran dan jangan mudah panik,"ujarnya.

Pihaknya menyampaikan, turut berduka cita atas kejadian aksi Bom di Surabaya mulai minggu hingga Senin (14/5). "Kami harap kejadian ini yang terakhir dan tidak ada peristiwa bom lagi, dan kita semua harus hajar balik teroris ini,"ujarnya.

Selain itu, pihaknya meminta semua pihak tidak saling menyalahkan, karena semua otoritas keamanan dan masyarakat kecolongan atas peristiwa bom di Surabaya serta Sidoarjo selama dua hari terakhir ini. 

"Saya setuju agar UU Teroris disahkan dan dituntaskan pemerintah. Bawa ke DPR biar langsung didok," tegas Cak Imin sapaan akrabnya muhaimim Iskandar

Pihaknya meminta dan mengimbau agar masyarakat mendeteksi jika ada warga baru atau yang asing di lingkungan sekitarnya. "Semua kecolongan, masyarakat, polisi, BIN dan aparat. Semua tidak bisa sendirian harus bergandengan tangan. Tapi jangan saling menyalahkan. Polisi harus cepat bertindak,"ujarnya. 

Selain melakukan kunjungan ke Gereja, cak Imin juga mengunjungi rumah sakit Bedah Menur untuk melihat kondisi korban gereja di wilayah Ngagel Surabaya. Dalam kunjugan ke rumah sakit tersebut Cak imin mengunjungi pasien tukang Becak yang sering mangkal di depan gereja ngagel tersebut. 

"Untuk biaya penanganan pasien korban bom Gereja di Surabaya ini sudah ditanggung oleh pemerintah, dan saya lihat penanganan pasiennya sudah baik oleh pihak rumah sakit,"ujarnya. (RoHa)

Post a Comment