Ads (728x90)

LUMAJANG (Mediabidik) - Cagub Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi industri pengolahan salak di desa Taman Ayu, Pronojiwo Lumajang. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah tidak hanya ke kebun salak tapi juga melihat langsung proses pengolahan salak menjadi berbagai produk jadi.

Saat tiba di kebun salak, Khofifah langsung disambut oleh pemilik kebun bernama Winarno. Kepada Khofifah, Winarno menceritakan keluh kesah serta prestasinya sebagai pemilik industri salak.

"Ini kebun berapa hektar luasnya?" tanya Khofifah memulai pembicaraan di kebun salak, Rabu (25/4).

"Ini semuanya luasnya 3.000 meter persegi Bu," jawab Winarno.

Lanjut Mantan Menteri Sosial, sejak tahun berapa ini mulainya?" tanya Khofifah lagi. "Sejak 2002," jasa  Winarno.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga sempat memetik langsung salak dari pohonnya dan mencicipi. Sambil berjalan keliling kebun salak, Khofifah menanyakan apa kendala Winarno selama 16 tahun menjadi pengusaha salak. Menurutnya, pemasaran produk masih menjadi kendalanya selama ini.

"Kendalanya apa selama ini?" ucap Khofifah."Pemasaran Bu," tutur Winarno.

Usai puas berkeliling kebun salak, Khofifah diajak untuk melihat langsung proses pengolahan salak menjadi produk jadi. Produk olahan salak yang dijual Winarno antara lain kripik, kopi dan minuman rasa buah. Khofifah pun merasa terkesan dengan apa yang dibuat oleh Winarno.

Khofifah mengatakan bila produk jadi memang diperlukan daripada hanya menjual langsung buah. Sebab, dari produk jadi tersebut bisa memberi nilai tambah.

"Pengolahan akan memberi nilai tambah yang lebih signifikan. Packaging menjadi penting. Karena kadang orang beli bukan karena isi tapi karena packaging. Kemudian hilirnya bagian pemasaran," papar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial menambahkan kalau petik, olah, kemas, jual, bila berseiring dalam sebuah siklus yang win-win maka petani salah akan menikmati nilai tambah yang lebih tinggi. Karena itu, Khofifah akan membantu Winarno dalam hal pemasaran produknya agar tidak hanya dijual di Jawa Timur saja, tapi juga bisa sampai pasar Indonesia dan internasional.

"Kita akan siapkan Pusat Informasi Super Koridor untuk pemasaran," tutupnya.(RoHa)

Post a Comment