Ads (728x90)


TUBAN (Mediabidik) - Masih minimnya jumlah perempuan yang menjadi pengusaha mendapatkan perhatian serius dari Calon Gubernur Jatim Nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Jumlah pengusaha dari kaum hawa ini harus diperbanyak karena wanita memiliki peran yang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim.

"Sekarang sudah banyak jumlah wanita yang jadi pengusaha khususnya yang terlibat dalam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tapi jika dibandingkan dengan laki-laki jumlah pengusaha perempuan masih sedikit," ujar Cagub yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno, saat menjadi pembicara dalam Peringatan Puncak HUT Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Pelantikan Pengurus DPC IWAPI Kabupaten Tuban Periode 2018-2023, Selasa (27/2/2018).

Mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode ini mengatakan, kontribusi UMKM terhadap pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim mencapai 54 persen. Di tengah kondisi krisis ekonomi yang masih bergejolak, kondisi ekonomi Jatim terbilang masih kondusif karena ditopang UMKM.

"Sektor UMKM hingga saat ini masih menopang lebih dari separuh perekonomian Jatim. Dengan kontribusi mencapai 54 persen pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim," katanya.

Keponakan mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  ini memaparkan, kontribusi UMKM itu dibuktikan dengan tingginya sumbangan UMKM terhadap PDRB Jatim yang mencapai sekitar Rp900 triliun mulai Januari hingga Agustus 2016. 

Sementara di Januari hingga Oktober 2015, sumbangan sebesar Rp1.100 triliun. Belum lagi, UMKM tercatat menyerap 90 persen tenaga kerja di Jatim, 2 persen usaha menengah, dan 1 persen usaha perusahaan besar. "Perusahaan besar ini, sayangnya justru menguasai lebih dari 50 persen pasar kita," ungkap dia.

Dalam acara yang juga dihadiri istri Gus Ipul, Hj Fatma Saifullah Yusuf selaku Penasihat DPD IWAPI Jatim dan Ketua DPD IWAPI Jatim Renny Widyalestari ini, Gus Ipul mengaku sangat bangga karena ada UMKM yang sudah ekspor. Contohnya adalah produk kripik tempe dan tahu yang sudah ekspor ke Amerika Serikat. 

"Sebelum acara saya lihat-lihat produk UMKM binaan IWAPI. Ada kripik tempe dan tahu merek Eyang Marko yang ekspor ke Amerika. Tentu ini sangat membanggakan. Jika kripik tempe dan tahu saja bisa ekspor, tentu produk yang lain bisa ekspor juga," ujarnya. 

Ia juga mengingatkan ada dua hal yang perlu diperhatikan menghadapi pasar saat ini. Pertama, perlu adanya kajian yang detail tentang bagaimana keadaan pasar saat ini. Banyak asosiasi perkumpulan UMKM yang dapat membina sekaligus melatih para pengusaha perempuan untuk memahami karakter pasar.

Kedua, setelah memahami pasar, para pengusaha didorong untuk menciptakan produj dan inovasi sebagaimana yang diminta dan dibutuhkan oleh pasar. "Saya salut dengan produk ibu-ibu pengusaha yang dipamerkan. Bagaimana mengolah ikan yang kualitasnya menurun, diasap dan dijual ke pasar," Wakil Gubernur dua periode ini.

Selain itu, Gus Ipul juga memiliki program khusus untuk mendorong pengusaha prerempuan. Yakni, dalam program PKH Super. Di dalamnya, Gus Ipul menyiapkan pemberian modal usaha untukbperempuan miskin melalui Jalin Mitra Plus.

"Ini juga sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga masyarakat Jawa Timur," kata dia.(RoHa)

Post a Comment