Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Mengingat pendidikan usia dini merupakan dasar bagi anak anak kita untuk membentuk karakter yang bermoral dan berakhlak sangat penting sekali namun banyak mayoritas tidak memiliki gedung sendiri dan banyak yang mesih nunut di gedung balai RW maupun balai desa.

Drs.H. Suparta,MM,M.Sc Anggota DPRD Jatim merasa prihatin ternyata masih banyak gedung PAUD masih numpang. 
Menurut pengakuannya banyak masyarakat yang sambatan agar pemerintah memberi bantuan untuk pembangunan gedung bagi anak-anak kita yang sekolah di PAUD.

"Saya melihat langsung anak anak PAUD sekolah di dalam gedung yang numpang di balai desa dan ini kurang optimal bagi anak-anak untuk menimbah ilmu, belum lagi alat alat pendidikan nya kurang lengkap," terang Suparta saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (15/2).

Mantan kepala sekolah  SMA favorit di surabaya ini akan mendesak pemerintah, baik tingkat 1 maupun tingkat 2 untuk menyisihkan anggaran yang tersedia untuk membangun gedung PAUD khususnya di daerah Lamongan dan Gresik serta peralatan untuk penunjang pelajaran seperti alat peraga pendidikan juga di siapkan.

Kemudian, pria asli Lamongan ini menegaskan terkait persoalan pertanian, lanjut Suparta, masyarakat disana mengeluh terkait alat-alat pertanian dan alat pemanen padi seperti, mesin traktor dan sejenisnya, karena masih banyak petani menggarap bajak sawah secara manual sehingga hasilnya kurang maksimal.

"Seperti di daerah kecamatan Kali Tengah Karang Binangun banyak membutuhkan bantuan alat-alat pengelolah tanah pertanian selain itu perbaikan dam atau tanggul," terang Suparta.

Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim ini menambahkan, terkait infrastruktur jalan antar desa masih perlu perhatian dari pemerinrah setempat karena banyak jalan antar desa yang masih rusak dan berlubang. Kemudian ada juga jalan yang menjadi wewenang pemerintah provinsi  terutama di daerah Babat di perbatasan Pasar Babat hingga Bojonegoro perlu perhatian dari pemerintah khususnya pembangunan box culvert supaya bisa mengurai kemacetan.

"Jika pemerintah menutup kali dengan box culvert maka dipastikan jalan yang menghubungkan dua kabupaten tersebut tidak akan macet dan juga akan terhindar banjir," pungkasnya. (rofik)

Post a Comment