Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tetap menjaga komitmennya untuk tidak menggunakan mahar kepada kadernya yang ingin mendaftar sebagai calon kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jawa Timur 2018.

"Inilah kelebihan partai kita. Nasdem tidak memakai mahar apapun kepada para calon kepala daerah yang maju di pilkada," kata Ketua DPP Partai NasDem, Effendy Choirie (Gus Choi) kepada wartawan usai acara Deklarasi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Hotel Grand Inna Tunjungan, Surabaya, Kamis (4/1).

Menurutnya, Nasdem beda dengan partai lain. Jika partai lain mengambil kebijakan bayar uang pendaftaran calon kepala daerah, Nasdem justru tidak memungut biaya sepeser pun kepada kader dan masyarakat lain yang mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah.

"Jangankan setelah terpilih, ambil formulir pendaftaran saja tidak dipungut biaya, alias gratis. Tidak ada kontrak politik. Kita ingin menganut saran kiai dan ulama, kalau ada orang yang mau jadi pemimpin, maka permudalah jalan mereka untuk menjadi pemimpin," ujarnya.

Gus Choi mengaku banyak yang menganggap kebijakan Nasdem tidak masuk akal. Sebab, partai membutuhkan biasa besar untuk memenangkan calon yang didukung di pilkada. "Tapi, faktanya Nasdem bisa melakukannya," cetusnya.

Apa resepnya? "Ada tiga. Yaitu, iuran pengurus, kesadaran anggota DPRD dan merekrut orang kaya. "Kalau punya niat masuk surga, maka harus menyumbang dengan sukarela. Demikian pula kalau ingin masuk partai politik," tuturnya.

Sementara itu Ketua DPW Partai Nasdem, Rendra Kresna menambahkan partainya tidak mengusung calon kepala daerah di dua daerah dari 18 daerah yang menggelar pilkada 2018. Kedua daerah itu, Kabupaten Madiun dan Kota Madiun.

"Di kota Madiun, Nasdem belum mendapat koalisi untuk mengusung calon. Sedangkan, di kab Madiun sudah terbentuk koalisi, namun bubar ditengah perjalanan," ungkapnya. (rofik)

Post a Comment