Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Pengurus GP Ansor Surabaya mengajak Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk menangkal paham radikalisme, yang disinyalir sudah masuk ke lingkungan pemkot dengan adanya dugaan beberapa PNS yang mengikuti aliran-aliran radikal.

Ketua PC GP Ansor Surabaya, Farid Afif mengatakan, Ansor siap dilibatkan dalam hal melakukan pembinaan kepada para PNS agar tidak terjebak dalam faham-faham tersebut. "Sudah sepatutnya kita besinergi dalam hal ini, sebab apabila dibiarkan akan menghawatirkan," kata Gus Afif sapaan akrab Farid Afif bersama para pengurus GP Ansor saat melakukan audensi dengan Walikota di ruang kerjanya, Kamis (25/1).

Gus Afif mengatakan, faham-faham radikal tidak bisa dibiarkan apalagi sampai masuk ke isntansi pemerintah. "Ini akan menjadi semacam benalu yang menghambat jalanya roda pemerintahan yang sudah final berdasarkan Pancasila dan UUD 45," katanya.

Kasetma Banser Surabaya, Muhammad Hasyim Asy'ari menambahkan, tidak elok ketika mereka bekerja di lingkungan pemerintahan namun masih memegang faham-faham radikal.

"Ini kontraproduktif, satu sisi mereka dibiayai oleh APBN dan APBD, di sisi lain justru memegang faham yang tidak mendukung tegaknya NKRI," kata dia.

Cak Hasyim, demikian dia akrab disapa, mengatakan, perlu adanya pembinaan kepada mental para pegawai di lingkungan pemkot. Untuk itu, ujarnya, Ansor siap dilibatkan dalam rangka 'meluruskan' faham para pegawai pemerintahan di Kota Surabaya yang tidak sejalan dengan NKRI.

Dia menambahkan, Ansor secara umum mengapresiasi sikap walikota terutama terkiat netralitasnya menjelang Pilgub Jatim 2018. "Ini harus terus dipegang," katanya.

Selain itu, kata Cak Hasyim, dalam Rakerda PD GP Ansor Surabaya yang akan digelar dalam waktu dekat, pihaknya berharap Pemkot Surabaya bisa bersinergri dengan Ansor dalam hal menangkal bahaya radikalisme di Surabaya khususnya di lingkungan Pemkot.

Sementara Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang didampingi Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya, Erry Cahyadi cukup mengapresiasi kedatangan para pengurus PC PG Ansor Surabaya ke ruang kerjanya. Dirinya merasa Ansor dan NU merupakan keluarga besarnya sehingga ajakan untuk bersinergi menangkal radikalisme di Pemkot Surabaya perlu ditindaklanjuti.

Mengenai fakta adanya beberapa pegawai yang terindikasi masuk ke dalam faham radikalisme, Risma menyatakan sudah cukup mengetahui. "Dari gerak geriknya dari bicaranya, kita sudah tahu. Makanya mari kita lihat sama-sama, kalau ada yang terang terangan menyusupkan faham semacam itu, langsung laporkan ke saya," katanya.

Di sisi lain, Risma juga menyinggung soal kreatifitas organisasi kepemudaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Menurutnya, banyaknya kenakalan remaja yang terjadi lantaran sedikitnya peluang guna mengembangkan ekonomi.

"Makanya Ansor saya harap lebih kreatif dalam menciptakan model-model usaha guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi, ini untuk menangkal kenakalan remaja," katanya.

Di akhir acara, PC GP Ansor Surabaya menyematkan jaket Banser kepada Risma dan Kepala DCKTR Surabaya, Erry Cahyadi. (pan)

Post a Comment