Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Belum maksimalnya kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada kota Surabaya dalam hal pelayanan air bersih  terhadap pelangan yang bernama Gatot Suharto warga Graha Mas VI Lama Surabaya, mendapat sorotan anggota DPRD kota Surabaya. 

Ayu Pratiwi anggota DPRD Surabaya dan juga menjabat Ketua fraksi Golkar menilai kinerja PDAM Surya Sembada Surabaya dalam melakukan pelayanan terhadap pelanggan terkesan buruk dan tebang pilih serta tidak sesuai dengan program yang digaungkan "Seratus Persen Air Bersih Untuk Warga Surabaya".

"Kalau memang sudah diukur, ada nominalnya dan pelanggan sudah bayar, kenapa nggak segera dilaksanakan, alasannya karena pipanya kurang. Berarti itukan kesalahan dari PDAM, "ucapnya, saat ditemui diruang Komisi A DPRD Surabaya, Senin (8/1).

Masih menurut Anggota Komisi A DPRD Surabaya, saya jujur saya telpon pak Iqbal Sekretaris PDAM kota Surabaya, pertama saya bilang mana pelayanannya PDAM yang selama ini dibilang baik, memang saya tidak bisa telpon langsung ke direkturnya mungkin dia lagi sibuk. 

"Saya memang belum tau direkturnya yang baru siapa?. Dan saya hanya punya nomernya pak Iqbal saya telpon dia baik-baik. Besoknya saya telpon lagi ngak diangkat - angkat, kan nggak bener, gitu kok gembar gemborkan pelayanan PDAM baik, baiknya dimana, "tanya nya. 

Anggota fraksi Golkar ini menambahkan, kalau itu kavling-kavling, sementara yang sebelah sini belum ada penghuninya. Kalau pipa ditanggung oleh pemilik yang sudah ada. Ya berat sebetulnya, bagi orang yang menengah.

"Tapi kebetulan, mungkin mereka butuh, ya di ada-adakan. Menurut hemat saya, sebaiknya diutangi saja dulu, nanti yang kosong terbangun kan terdata. Tinggal per rumah nanti kena berapa?, jadi tidak dibebankan ke satu orang yang diujung,"pungkasnya. 

Lanjut Anggota Komisi A, ini baru ditempat ini saja, saya betul-betul kaget membaca, kalau ada info PDAM melayani memberi aksea seratus persen air bersih. 

"Ahkirnya saya berpikir disitu mana, karena kenyataannya tidak seperti itu. Kalau memang seperti itu, polanya ya harus dirubah,"tegasnya. 

Perlu diketahui, protes anggota Komisi A DPRD Surabaya terkait kinerja PDAM. Bermula dari keluhan Gatot Suharto warga Graha Mas VI Surabaya. Merupakan tetangga dari Ayu Pratiwi, sudah setahun lalu mendaftar dan membayar uang sebesar kurang lebih Rp 29 juta untuk pemasangan pipa induk ke PDAM Surya Sembada kota Surabaya. Walaupun sudah mengeluarkan uang tidak sedikit. Tapi hingga kini, yang bersangkutan belum bisa menikmati air bersih tersebut. (pan) 

Post a Comment