Ads (728x90)

TRENGGALEK (Mediabidik) - Partai banteng moncong putih, partai besutan Megawati Sukarno Putri (PDIP) "menyerah". Karena tak mampu menahan hasrat politik Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak yang ingin maju Pilgub Jawa Timur 2018. Meski upaya mencegah telah dilakukan.

"Kalau kemudian Emil Dardak berubah dan mengambil pilihan politik berbeda, maka keputusan itu di luar kuasa kami. PDI Perjuangan tidak pernah diajak bicara, juga tidak bisa mencegah. Kami pada sikap, mengikhlaskan Emil Dardak yang memilih jalannya sendiri," terang Ketua DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi via pesan WhatsApp (WA) nya, Rabu (22/11).

Seperti diketahui, Selasa (21/11) kemarin, suami artis Arumi Bachsin itu telah resmi ditetapkan sebagai bakal calon wakil gubernur (Cawagub) oleh Partai Demokrat mendampingi Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur 2018. Penetapan Emil sebagai pendamping Menteri Sosial yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas.

"Sebagai salah satu Parpol pengusung di Pilkada Trenggalek 2015, kami telah berupaya maksimal untuk menjaga keutuhan pasangan Bupati Emil Dardak dan Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin. Harmoni pemimpin ini pula yang diinginkan rakyat Trenggalek," aku Doding.

Dia juga menegaskan, sejauh ini hubungan PDIP dengan Emil berlangsung baik. Bahkan, Emil juga tercatat sebagai pemegang KTA (Kartu Tanda Anggota) PDIP. "Kami menduga, bisa jadi Trenggalek tidak membuat betah Bupati Emil Dardak, karena itu tidak tertantang untuk membenahinya."

"Sehingga di tengah jalan Emil Dardak berubah haluan dan mengambil pilihan politik berbeda dari mandat yang diterimanya. Bukankah Pilkada Jawa Timur menjadi tangga untuk kenaikan karir pemerintahan? Itu dugaan kami. Semoga tidak benar," sambungnya.

Sebagai salah satu Parpol yang ikut mengusung pasangan Emil-Arifin di Pilkada 2015, Doding menegaskan, bahwa PDIP berharap Emil meminta maaf kepada rakyat Trenggalek karena demi Pilgub Jawa Timur telah menciderai mandat rakyat yang telah memilihnya di Pilkada Trenggalek dua tahun silam.

Selebihnya, partai Kepala Banteng Moncong Putih ini menaruh harapan besar kepada Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin untuk tetap semangat dan istiqomah menyelesaikan mandat serta janji kampanye. "Terlebih nanti pasca-penetapan calon gubernur dan calon wakil gubernur oleh KPU, Pak Bupati harus cuti, dan pimpinan pemerintahan dipegang Wakil Bupati," tandasnya.

Doding juga mengungkap, sebenarnya warga Trenggalek sangat berharap pada Emil untuk bisa membenahi perekonomian di Trenggalek. Sebab hingga saat ini, angka kemiskinan di Trenggalek terus mengalami kenaikan. Di akhir 2015, angka kemiskinan di Trenggalek mencapai 267.274 jiwa, kemudian meningkat menjadi 272.792 jiwa di 2016.

"Warga Trenggalek memang membutuhkan banyak intervensi kebijakan dari pemerintah. Ini belum termasuk pembenahan infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang menantang kerja keras untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Namun, situasinya sekarang berubah, Bupati Emil Dardak berubah haluan dan memilih ikut Pilkada Jawa Timur 2018," tandasnya. (adr)

Post a Comment