Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Setelah penangkapan Walikota Malang Edi Rumpoko dan Ketua DPRD Banjarmasin Andi Efendi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), minggu lalu, kini tinggal giliran Surabaya menjadi sorotan KPK. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD kota Surabaya Masduki Toha dihadapan wartawan pokja DPRD kota Surabaya, Senin (18/9) mengatakan, ini merupakan isyarat untuk seluruh penegak, pejabat, utama dikota Surabaya atau di Jawa Timur harus berhati-hati. 

" Artinya, itu bentuk kehati-hatian Surabaya Jawa Timur harus hati-hati, karena begitu pada saat di ingatkan bledos juga seperti Banjarmasin. Jadi itulah menurut saya, terima kasih kepada KPK yang sudah memberi penjelasan kepada Adeksi dan memberikan warning kepada kita semua, "terang Masduki. 

Wakil Ketua DPRD Surabaya ini menambahkan, saya katakan semua pejabat bisa di eksekutif bisa di legislatif, " Artinya, ini warning yang luar biasa, ingat-ingat luar biasa dari teman-teman KPK. Agar sekali lagi APBD ini, betul-betul kita gunakan untuk kepentingan rakyat, kesejahteraan rakyat, "ucapnya. 

Lanjut Masduki, Adeksi itu disampaikan untuk seluruh kota di Indonesia, jadi kita harus hati-hati lah, kan, disampaikan secara umum, secara vulgar ngak secara bisik-bisik dengan kita.

" Kan, saya katakan hati-hati Surabaya, hati-hati Jawa Timur, tidak spesifik hati-hati pemerintah kota, hati-hati DPRD Surabaya, "jelasnya. (pan) 

Post a Comment