Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Setahun lagi estafet kepemimpinan Jawa Timur akan beralih. Soekarwo yang dinilai sukses memimpin Jatim harus menyerahkan tongkat kepemimpinan karena sudah dua periode memimpin. Sesuai amanat UU seorang Gubernur hanya boleh memimpin selama dua periode. Karena itu, Cagub mendatang harus seorang visioner agar bisa melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan Soekarwo. Pernyataan itu disampaikan Dr. Syafiin.SH,MH,MM

Syafiin yang memiliki tujuh gelar kesarjanaan  ini mengingatkan, harus diakui selama 9 tahun memimpin Provinsi Jawa Timur, Soekarwo terbilang berhasil. Terbukti, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan stabilitas keamanan yang kondusif. Fakta itu menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi yang banyak dilirik investor setelah Jawa Barat. Sejumlah penghargaan dari pemerintah pusat selama kepemimpinan Soekarwo.

"Pakde Karwo terbilang sukses memimpin Jatim selama hampir dua periode ini. Karena itu, cagub mendatang harus seorang yang visioner agar bisa melanjutkan pembangunan yang dimulai oleh Pakde Karwo dan gubernur sebelumnya. Jangan sampai Jatim mengalami kemunduran karena pengganti Pakde Karwo yang tidak visioner," tutur Syafiin, Senin (29/5).

Anggota keluarga besar pendiri Thoriqot Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang itu mengakui Pakde Karwo berhasil membangun Jawa Timur selama hampir 2 periode ini, terutama di bidang ekonomi. Namun menurutnya, kepemimpinan Pakde itu belum maksimal. Pasalnya, dengan melimpahnya sumber daya alam di Jawa Timur termasuk minyak dan gas, seharusnya kesejahteraan masyarakat Jatim lebih baik lagi.

Dirinya juga menyoroti sejumlah kebutuhan pokok yang masih harus diimpor seperti daging, cabe dan bawang. Padahal lahan pertanian di Jatim sangat subur dan petaninya juga gemar bekerja keras. Syafiin juga menyayangkan kebutuhan garam di Jatim masih harus diimpor. Padahal Jatim memiliki pulau Madura yang selama ini mendapat julukan Pulau garam karena sumber garamnya yang melimpah.

"Seharusnya Jatim mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Bahkan bisa menyuplai kebutuhan untuk provinsi lain atau ekspor ke luar negeri. Tidak terus menerus impor seperti selama ini," tandas mantan atlet renang Jatim ini.

Syafiin yang puluhan tahun malang-melintang di dunia intelijen ini mengungkapkan, penduduk Jawa Timur itu lebih dari 40 juta orang. Jumlah itu merupakan pasar yang potensial bagi provinsi lain maupun negara lain untuk menjadikan Jatim sebagai pasar bagi produksi mereka. Karena itu, kalau Jatim bisa memenuhi kebutuhan warganya sendiri maka perputaran uang tidak akan lari dari Jatim.

"Besarnya penduduk Jatim merupakan potensi sendiri, sayangnya banyaknya kebutuhan warga Jatim dipenuhi melalui impor. Padahal kalau bisa dipenuhi sendiri akan berdampak ekonomis dan mendongkrak pendapatan asli daerah atau PAD," pungkas pengagum Gus Dur ini. (rofik)

Post a Comment