Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Para lurah dan camat di wilayah Kota Surabaya diimbau untuk menciptakan kondisi kampung (kawasan tempat tinggal) yang nyaman dan bagi proses tumbuh kembangnya anak-anak salah satunya dalam dunia pendidikan. 

Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ketika launching lomba kampung pendidikan Kampung'e Arek Suroboyo di Graha Sawunggaling Lantai VI kantor Pemerintah Kota Surabaya, Selasa (2/5/2017). 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta kepada para lurah dan camat untuk terus bergerak aktif mengajak warganya mengikuti lomba kampung pendidikan, kampunge Arek Suroboyo. 

"Menang atau kalah bukan jadi masalah, yang penting itu niatnya dulu untuk mau belajar," kata Risma. 

Namun yang paling penting, lanjut Risma, setiap lurah dan camat juga harus mampu memotivasi warga di wilayahnya untuk mewujudkan kampung yang kondusif. Sebab, kampung yang kondusif akan membentuk karakter positif dalam diri anak sehingga perbuatan-perbuatan negatif sangat kecil terjadi.

"Mereka ini penerus bangsa, kita harus menyiapkan bekal yang seimbang bagi mereka ke depannya," imbuhnya. 

Risma menambahkan, tahun 2017 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan program lomba kampung pendidikan Kampung'e Arek Suroboyo. Bentuk program ini terdiri atas lima kategori, yaitu sebagai kampung belajar, kampung sehat, kampung asuh, kampung kreatif dan inovatif, serta kampung aman. 

"Sasaran tahun 2017, seluruh kampung yang ada di surabaya diharapkan ikut berpartisipasi," ujar alumni ITS Surabaya tersebut. 

Sementara itu, Redaktur Radar Surabaya, Lilik menjelaskan alasan mengikuti acara ini agar bisa mengekspos perkembangan kampung-kampung yang ada di surabaya, khususnya dalam dunia pendidikan. 

"Sebagai industri media, kami tidak ingin meneriakkan prestasi kota surabaya sebatas tag line, melainkan secara penuh menyiarkan kemajuan Kota Surabaya," pungkasnya. (pan) 

Post a Comment