Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memwaspadai lonjakan harga dua komoditas bawang putih dan telur menjelang Ramadan, pasalnya harga-harga sembako kerap melambung tinggi. Dan kerap dijadikan kesempatan oleh para mafia pasar untuk mempermaikan harga. 

Kepala KPD (Kantor Perwakilan Daerah) KPPU Surabaya Aru Armando mengatakan, untuk semua keputuhan pokok masyarakat untuk saat ini masih terbulang cukup aman. 

" Untuk kebutuhan pokok yang lain masih terkendali dan stabil. Yang harus diwapadai oleh masyakarat untuk kenaikan harga pasar menjelang Ramadhan ini ada dua komoditas bawang putih dan telur ayam," ungkap Aru Armando Selasa 16/5 di Kantor KPPU. 

Aru menjelaskan, Dari hasil survie yang kami lakukan oleh pihak KPPU di seluruh daerah di Jawa Timur ini bahwa kenaikan bawang putih luarbias, " Kami pernah menenukan di daerah itu harga bawang putih itu mencapai hingga mencapai 80 ribu rupiah, dan untuk surabaya ini haraga yang kami temukan itu 60 - 65 ribu rupiah perkilo," kata Aru.

" Kenaikan itu, sangat tinggi yang dibandingkan sebelumnya hanya 38-40 ribu rupiah perkilonya, sementara untuk harga telur ayam dari tingkat petani sebelumnya 16 ribu rupiah dan sekarang mencapai 22,5 ribu rupiah," tambahnya.

Selain itu, Aru menjelaskan untuk saat ini bersama dengan Satgas Pangan terus melakukan pengawasan terhadap harga pasar menjelang Bulan suci ramadhan ini. Dengan penetapan HET (Harga Eceran tertingi) bisa membantu masyakarat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

" Untuk wilayah Jawa Timur relevan itu kita membahas 2 komoditas, yakni harga dua komuditas yang sudah ditentukan HET-nya yakni Minyak goreng yang dikemas sederhana 11 ribu rupiah dan Gula pasir 12,5 ribu rupiah" ungkapnya.

Menurut Aru, seperti hasil sidak dipasar Babakan Perak Surabaya tadi, KPPU tidak menemukan sebuah kenaikan harga yang signifikan dari kedua komuditas Gula pasir dan Minyak. " kami masih menemukan ada kenaikan harga minyak goreng diatas HET di pasar tradisional namun tidak banyak, cuma ada kenaikan 500 rupiah dari harga HET,"ungkapnya.

" Karena untuk harga daging yang  batas harga HET adalah harga daging import. tapi di Jatim kan ada larangan untuk harga daging import, namun untuk haraha daging sapi di Jatim masih setabil harga 105 - 110 ribu rupiah," tambah Aru.(pan) 

Post a Comment