Ads (728x90)

SURABAYA (mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yvonne Baumann dan Christopher Tjokrosetio selaku Honorary Consul pada Kamis, (30/03) di ruang kerja walikota. Mereka diterima Walikota Surabaya, Tri Rismaharini beserta beberapa perwakilan perangkat daerah terkait. Kedatangan mereka membahas beberapa hal diantaranya, pendidikan vaksional, sistem transportasi dan pengolahan sampah.

Honorary Consul Swiss, Christopher Tjokrosetio mengatakan kunjungan ini untuk mempererat hubungan dengan surabaya dan membahas beberapa kerjasama diantaranya Pendidikan Vokasional untuk SMK serta pengolahan sampah. 

"Surabaya merupakan kota yang penting, oleh karenanya dibuka konsulat di Surabaya agar koneksi pemerintah atau negara Swiss dengan Surabaya bisa lebih erat dari segala sisi, kata Christopher di sela-sela acara. 

Ditanya soal program pendidikan vokasi (SMK) dan pengelolaan sampah di surabaya Christopher menuturkan, untuk pendidikan telah dibahas kemarin dengan Provinsi jatim, sedangkan untuk pengolahan sampah masih direncanakan dan baru dibicarakan hari ini. 

"Mengingat Surabaya penghasil sampah terbesar maka harus dapat diolah agar bisa digunakan lagi," imbuh Christoper. 

Senada dengan Duta Besar Swiss, Kepala Sub Bagian Luar Negeri, Yanuar Hermawan menuturkan kerjasama di bidang pengolahan sampah masih baru dibicarakan, karena tidak hanya surabaya yang menjadi patokan mereka. Ada beberapa kota di Indonesia yang akan dilihat salah satunya Sidoarjo. 

"Namun, apabila mereka menawari pemkot untuk menjalin kerjasama dalam hal pengolahan sampah kami siap membantu," tegas Hermawan. 

Lebih lanjut, kedatangan tamu Swiss ke Surabaya untuk menyampaikan hasil kerja Bu Risma bagi Surabaya yang dinilai bagus serta membahas kerjasama di bidang transportasi. 

"Mengingat pembicaraan bu wali yang disampaikan tadi bahwa sistem konektivitas transportasi yang paling baik ada di Jenewa Swiss, maka ada hal-hal yang bisa dikonsultasikan atau melakukan training langsung ke swiss," tutup Hermawan atau yang akrab disapa Wawan. (pan) 

Post a Comment