Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Dampak berdiri Transmart Rungkut mendapat keluhan dari masyarakat, hal ini disebabkan kemacetan yang terjadi di jalan Kali Rungkut, Surabaya, pasca diresmikannya pusat perbelanjaan Transmart.  Hal ini ditanggapi secara serius oleh Anggota Komisi C (pembangunan) DPRD Kota Surabaya, Vincensius Awey.

Vincensius menyarankan agar masyarakat membuat kajian alternatif tentang amdal lalin terkait keberadaan Transmart. Langkah itu dilakukan apabila ada masyarakat yang masih meragukan amdal lalin yang dikeluarkan pemerintah kota.

"Keluhan masyarakat tentu ada dasarnya. Karena merekalah yang mengetahui kondisi di sana tiap harinya. Yang dulunya tidak macet, sekarang mengalami kemacetan," ujar Vincensius, Rabu (1/3/2027).

Meski demikian, ia meminta agar masyarakat tidak serta merta menuding Transmart sebagai biang kemacetan yang ada di Jalan Kali Rungkut. Hal itu untuk menjaga nama baik Kota Surabaya sebagai kota barang dan jasa.

"Kita semua bicara soal aturan. Kalau ada yang meragukan hasil kajian dari Dishub, sampaikan langsung ke dinas perhubungan. Itu langkah pertama. Kalau tidak direspon baru buat kajian alternatif," tegasnya.

Untuk kajian alternatif yang akan dilakukan, ia menyarankan menggandeng lembaga terpercaya yang telah bersertifikasi. Misalkan dengan melobatkan universitas yang sudah ahli dalam bidang tersebut.
Selanjutnya, kajian yang telah dihasilkan bisa dijadikan sebagai second opinion sekaligus pembanding kajian amdal lalin yang dikeluarkan pemerintah kota. Karena tidak menutup kemungkinan ada kekeliruan dalam kajian yang dilakukan Pemkot Surabaya.

"Masyarakat boleh meragukan hasil kajian Dishub. Tapi sekali lagi, sebelum ke arah sana ada baiknya dishub mengevaluasi kembali," saran politisi yang dikenal cukup kritis ini.

Awey juga meminta Dishub melihat secara langsung ke lapangan simpul-simpul kemacetan yang ada di kota pahlawan. Misalnya di FR A. Yani, HR Muhammad, Mayjend Sungkono dan Rungkut.

"Dishub jangan hanya menampung. Tapi benar-benar melihat di lapangan kemudian membuat  kajian yang lebih baik. Kalau tidak masyarakat yang akan dirugikan," pungkas Awey.(pan) 

Post a Comment