Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Kekerasan terhadap siswi SD kelas IV Dr.Soetomo Gladis yang dilakukan oleh seorang Guru Olahraga SD Dr. Soetomo, yang bernama Singgih, Selasa (7/2) hingga menyebabkan luka berdarah di kepala. 

Orang tua Gladis, Yeti menceritakan, pemukulan dilakukan saat pelajaran olahraga. Menurutnya, kepala anaknya berdarah-darah, karena pemukulan dilakukan menggunakan gagang sapu.

"Saat itu, kegiatannya loncat-loncat. Nah, karena capek dia (Gladis) berhenti sebentar, tiba-tiba didatangi guru olahraganya kemudian dipukul kepalanya," katanya dengan nada sedih, Rabu (8/2).

Yeti mengaku, saat pemukulan tersebut disaksikan sejumlah siswa. Ia menambahkan, sebelum terjadi pemukulan terhadap siswa kelas IV yang sudah yatim tersebut, guru olahraga yang bersangkutan sempat menjewer beberapa siswa lain."Mungkin dia temperamen, karena pernah anak kelas II ditendangi juga," tuturnya.

Perempuan yang suaminya meninggal dunia satu tahun lalu menegaskan, kejadian seperti itu tak sepatutnya terjadi. Karena, menurutnya dengan profesinya sebagai guru, seharusnya bisa menjadi teladan bagi para siswanya.

"Jadi guru yang bener. Guru kan digugu dan ditiru, masak seperti itu," ujarnya
Ia menyesalkan dengan terjadinya kasus pemukulan terhadap putri sulungnya tersebut. Karena, ia mengaku, saat melahirkan dirinya harus bertaruh nyawa.

"Aku nglahirno Gladis totoan nyowo, lewat operasi. Lha kok dipukul kayak gitu," katanya.

Yeti berharap, tindak kekerasan tak terjadi di sekolah lagi. Ia heran putrinya mendapat perlakukan seperti itu. Padahal, menurutnya putrinya, sering ikut lomba  mewakili sekolahnya.

"Dia sering membawa nama sekolah kok sampe dibegitukan," tegasnya dengan kesal.(pan).

Post a Comment