Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Wakil Ketua DPRD Surabaya asal Partai Demokrat Ratih Retnowati mengaku kaget ketika membaca pemberitaan di beberapa media yang terkesan memojokkan dirinya sebagai salah satu peserta arisan dewan perempuan DPRD Surabaya.
Apalagi, dalam tulisan itu juga memuat beberapa tanggapan dari narasumber yang berlatar belakang civitas akademika perguruan tinggi ternama  dan LSM di Surabaya.

"Jangan dikonotasikan yang lain, ini sarana silaturahmi, lain apalagi dikaitkan dengan perhatian kami kepada msyarakat, sama sekali tidak ada hubungannya, lah arisan itu justru membantu kami terutama soal keuangan jika ada kegiatan di masyarakat," jawabnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/2).

Secara income, Ratih juga berusaha blak-blak an dengan kondisi anggota dewan saat ini, yang menurutnya sangat jauh berbeda dengan anggota dewan beberapa periode sebelumnya. Apalagi kondisi ekonomi setiap anggota dewan juga tidak bisa disamaratakan, artinya dianggap baik semua.

"Dengan arisan ini, kami bisa saling menolong, yang perlu semua tau, jadi anggota dewan saat ini jangan dikira sama kondisinya dengan sebelumnya, semua pemakaian anggaran yang bersumber dari APBD itu harus berbasis kinerja, bahkan at cost, artinya biaya yang dikeluarkan sesuai dengan bukti pengeluaran yang sah, makanya muncul ide untuk menabung, yang salah satunya arisan ini," tambahnya.

Tidak hanya itu, Ratih juga mengeaskan bahwa arisan yang terbentuk justru banyak positipnya, karena bisa menjadi sarana berkumpul dan saling bersilaturahmi para politisi perempuan dari berbagai fraksi (partai-red).

Tanggapan ini dipertegas oleh Reni Astuti anggota Komisi D DPRD Surabaya asal PKS, yang mengatakan bahwa arisan yang terbentuk itu merupakan sarana paling ekonomis dan gampang untuk bisa bersilaturahmi sekaligus menabung. Dan menurutnya, sama sekali tidak mengganggu aktifitasnya sebagai anggota dewan, karena acaranya selalu disela-sela kegiatan kedewanan.

"Ini sarana kebersamaan karena ketemunya di kantor dewan, dan untuk saling tolong-menolong, karena tidak sistem kopyok an, terutama kepada anggota yang terkena musibah, kegiatan itu hanya sebentar, dan tidak mengganggu kegiatan kedewanan, pertemuannya dilakukan disela-sela tugas, jadualnya selalu menyesuaikan melalui grup medsos," tandasnya.

Terkait dengan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat, Reni menegaskan bahwa setiap anggota dewan sudah memiliki rasa tanggung jawab masing-masing."Yang pasti akan bisa memilah dan memilih, dan tidak menghalangi kegiatan kami ke masyarakat, justru kami malah terbantu," tegasnya.
Menanggapi berbagi kritikan, Reni mengaku tidak ada masalah, tetapi dirinya tetap berusaha untuk terbuka. "Jangan dipahami sebagai kegiatan hura-hura atau yang lain-lain, kalau pengen tau langsung, silahkan datang, seperti apa sebenarnya kegiatan arisan kami," pungkasnya.(pan)

Post a Comment