Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Tingginya intensitas hujan hingga banjir yang menyebabkan Ambrolnya jembatan di Desa Campoan kabupaten Situbondo membuat kehidupan warga sekitar terganggu. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses utama warga untuk beraktifitas. 

Akibatnya, puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Campoan yang merupakan satu-satunya sekolah dasar di sana tak bisa ke sekolah. Siswa yang nekat pergi ke sekolah harus melintasi sungai yang arusnya deras. Namun ketika hujan turun, orangtua akan berpikir dua kali untuk melepas anak mereka sekolah, karena arus sungai semakin deras dan tinggi.
Irwan Setiawan Anggota DPRD Jatim yang maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Jatim yang meliputi Kabupaten Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi mengaku kaget ketika mendapat informasi dari warga lewat media sosial bahwa ratusan siswa tak bisa sekolah karena akses jembatan putus akibat banjir melanda. 
"Saya lihat sendiri kondisi di sana sangat memprihatinkan, karena jembatan yang ambrol itu menjadi akses utama siswa menuju sekolah. Saya coba untuk menyeberangi arus sungai.cukup deras, dengan ketinggian hampir selutut. dengan berpegangan kepada salah seorang warga akhirnya sampai ke seberang sungai. Bisa dibayangkan bagaimana anak-anak usia SD harus menyeberangi sungai tersebut," terang Irwan saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (11/2).
Politisi asal Fraksi PKS Jatim ini mengungkapkan, saat dirinya meninjau ke sekolah, hanya ada 6 siswa yang datang. Itu pun 2 diantara 6 siswa tersebut domisilinya dekat dengan sekolah sehingga tak perlu mengarungi sungai. Padahal total siswa yang tercatat di sana ada 28 orang. Para siswa memilih tidak masuk bila cuaca buruk atau orangtua yang tidak mengijinkan karena khawatir dengan keselamatan anaknya.
Lebih lanjut pria yang akrab di sapa kang Irwan menambahkan, berdasarkan informasi yang ia dapat dari pihak guru. Jumlah siswa yang belajar di SDN 1 Campoan itu pernah mencapai 80 orang. Namun belakangan menyusut terus hingga tingga 28 orang. Jumlah itu pun akan menyusut ketika cuaca buruk seperti musim hujan saat ini.
"Menurut Undang-Undang, seluruh warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Tapi karena kalau tidak didukung akses dan fasilitas, bagaimana mereka bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama," tegas Sekretaris F-PKS DPRD Jatim tersebut.
Kang Irwan yang juga Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Jatim itu berharap Pemprov Jatim juga ikut turun membuat akses transportasi di Desa Campoan terutama membangun akses jembatan penghubung. Sebab, Desa ini masuk kategori terpencil, hanya sepeda motor yang bisa menjadi akses transportasi. Bahkan untuk wilayah tertentu hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.(rofik)

Post a Comment