Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Maraknya ajaran radikalisme sudah pada taraf mengkhawatirkan. Pasalnya, ajaran tersebut sudah masuk di segala lini ke hidupan. Dari mereka yang awam sampai kalangan intelektual. Mereka umumnya terpengaruh propaganda karena para penyebar ajaran radikalisme selalu berkedok pada Islam dan ajaran jihad.
         
Menyikapi kondisi tersebut, Gerakan Pemuda Anshor Jawa Timur mengungkapkan, ajaran radikalisme itu hanya bisa ditangkal dengan ajaran Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang rahmatan lil alamin, Islam yang penuh rahmat bagi semesta alam.

"Radikalisme itu harus kita tolak karena tidak sesuai dengan ajaran Islam. Radikalisme itu juga pasti bukan ajaran Islam Nusantara yang santun dan menyejukkan. Radikalisme itu ajaran dari luar yang penuh kekerasan," tegas Sekretaris GP Anshor Jatim Ahmad Tamim saat di temui di ruang kerjanya, Senin(30/1).

Ahmad Tamim yang juga Anggota DPRD Jatim tersebut, mengajak semua pihak terutama warga NU agar mewaspadai kelompok radikal yang belakangan ini tumbuh subur dan menyebarkan pengaruh radikalisme dan pengaruh radikalisme semakin tumbuh dan berkembang dengan maraknya media sosial (medsos).

Karena itu, lanjut GusTamim, GP Ansor telah membentuk tim cyber untuk menangkal dan meluruskan ajaran berkedok Islam yang tidak sesuai dengan Aswaja dan bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Terbukti, selain mengajarkan kekerasan dan balas dendam, radikalisme itu juga punya misi tersendiri untuk mendirikan negara Islam. Padahal bagi Ansor, dan Bangsa Indonesia, NKRI adalah harga mati.

"GP Ansor siap membentengi NKRI dari gerakan radikal yang ingin merubah dasar negara dan merongrong NKRI. Sejarah sudah membuktikan kesetiaan dan pengorbanan Ansor pada NKRI," ujar politisi PKB itu.(rofik)


Post a Comment