Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) – Operasi pasar yang digelar minggu lalu oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagin) kota Surabaya, nampaknya masih belum bisa menekan harga cabe secara keseluruhan.

Anggota Komisi B DPRD kota Surabaya, Dini Rinjani menyatakan, warga masih mengeluh atas harga cabe disejumlah pasar yang mencapai Rp 100 ribu perkilo.

"Operasi pasar ini belum menyeluruh sehingga harga Cabe disejumlah pasar tradisional masih tinggi," ungkapnya kepada sejumlah media, Senin(16/1/2017).

Informasi yang diperoleh komisi B, harga Cabe yang dijual di dalam operasi pasar perkilonya sebesar Rp. 70 ribu. Namun hal itu belum bisa menekan harga cabe, karena operasi pasar dilakukan secara berpindah-pindah dan tidak gelar serentak di pasar-pasar setiap hari.

"Sebaiknya pemerintah menambah armada sehingga operasi pasar bisa berpengaruh signifikan terhadap harga cabe dipasaran," jelas politisi asal Partai Golkar.

komisi B sendiri, minggu lalu, telah melakukan sidak ke pasar pucang dan rekomendasinya Pemkot diminta menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga hingga normal Rp. 30 ribu perkilo.
"saat sidak komisi, harga cabe dipasaran masih tinggi - tingginya, untuk itu rekomendasinya menggelar operasi pasar," pungkasnya.(pan)

Post a Comment