Ads (728x90)


JAKARTA (Mediabidik) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution bersama grup musik SLANK menutup perdagangan saham 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilewati dengan penuh optimisme dan ditandai dengan pencapaian transaksi tertinggi di Main Hall BEI, Jumat (30/12/2016). 

Sampai penutupan perdagangan, Kamis (29/12/2016), rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan 30,03% dibanding 2015. Rata-rata frekuensi transaksi harian tumbuh 18,91% dibanding 2015. Rata-rata volume transaksi harian naik 31,36% dibanding 2015. Kapitalisasi pasar meningkat 18,18% dibanding 2015.

Dalam 10 tahun terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 193,36% yang merupakan kenaikan tertinggi di antara bursa-bursa utama dunia. Sepanjang 2016 sampai penutupan perdagangan akhir tahun, IHSG telah meningkat 15,32% dan ditutup di level 5.296,711 poin yang merupakan tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia, tertinggi kelima diantara bursa-bursa utama dunia serta tertinggi kedua di kawasan Asia Pasifik.

Jumlah dana yang berhasil dihimpun di sepanjang 2016 mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia. Jumlah tersebut mencapai Rp 674,39 triliun dan USD247,50 juta yang terdiri dari aktivitas Pencatatan Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp12,11 triliun, Pencatatan Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) sebesar Rp 61,85 triliun, penerbitan waran sebesar Rp1,14 triliun, 84 emisi baru obligasi dan sukuk korporasi yang diterbitkan oleh 56 Perusahaan Tercatat Rp113,29 triliun dan USD 47,50 juta, 1 Exchange Traded Fund (ETF) senilai Rp 6,3 miliar, 2 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp1,37 triliun, serta 220 seri Surat Berharga Negara (SBN) yang dicatatkan di tahun ini dengan nilai Rp 484,63 triliun dan USD200 juta.

Sebagian besar dari dana yang diraih oleh perusahaan di Pasar Modal digunakan untuk pengembangan usaha dan penambahan modal. Jumlah raihan dana dari aksi korporasi di Pasar Modal tersebut selalu meningkat dari tahun ke tahun. BEI yakin di 2017 angkanya akan terus meningkat, sehingga peran pasar modal dalam mewujudkan pembangunan akan semakin dirasakan oleh masyarakat. 

Pencapaian tersebut juga merupakan cerminan dari kekuatan ekonomi Indonesia, dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta koordinasi dengan pemerintah dan Bank Indonesia dalam memajukan pasar modal Indonesia. Hal ini adalah bentuk kepercayaan kepada BEI, Pasar Modal serta  perekonomian Indonesia, baik saat ini maupun di masa yang akan datang. BEI menilai momentum ini harus terus dijaga oleh seluruh stakeholders di Pasar Modal Indonesia.  

Mimpi besar BEI menjadi yang terbesar di Asia Tenggara di 2020 diyakini dapat segera dicapai dengan kerja keras dan kerja sama semua pihak serta dukungan pemerintah. Sehingga Pasar Modal domestik akan menjadi lokomotif perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui pasar modal yang sehat dan kuat dapat menciptakan Indonesia yang lebih baik.

Seremonial Penutupan Perdagangan Saham di 2016 oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution ini dihadiri Gubernur BI Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, dan  jajaran Dewan Komisioner serta pejabat OJK, Direksi BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta seluruh stakeholders Pasar Modal Indonesia. Acara yang disiarkan secara langsung oleh TVRI, IDX Channel, Metro TV, dan beberapa stasiun televisi nasional serta ditonton di Galeri Investasi Bursa di seluruh Indonesia. (haria)

Teks Foto : Tampak vokalis grup musik Slank, Kaka saat turut meriahkan penutupan perdagangan saham 2016 dengan capaian nilai transaksi tertinggi dalam sejarah Pasar Modal Indonesia.

Post a Comment