Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Sidang kasus narkoba yang menjerat Galih Wira Bumi, Anak dari mantan Asisten I Sekkota pemkot Surabaya sekaligus Politisi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, BF Sutadi memasuki babak baru.

Selain Galih, kasus ini juga menjerat sohibnya yakni Bramantyo Dwi Arubowo. Oleh Kejari Tanjung Perak, Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda sebesar 800 juta rupiah, subsider 2 bulan kurungan,"Kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa saat membacakan surat tuntutannya di Pegadilan Negeri Surabaya, Kamis (1/12/2016).

Atas tuntutan tersebut, Kedua terdakwa mengaku akan mengajukan pembelaan yang sedianya bakal dibacakan pada persidangan mendatang.

Dikonfirmasi usai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa mengatakan, hal yang memberatkan terhadap kedua terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah," Keduanya tidak mendukung program pemerintah," ungkapnya.

Perlu diketahui, kedua terdakwa ini ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Pabean Cantikan, setelah sebelumnya menangkap Rully Kristiawan (berkas terpisah), pada 28 Juni 2016 lalu atas perkara kepemilikan Narkoba jenis sabu.

Kedua terdakwa ditangkap, setelah petugas terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap Rully Kristiwan, dimana petugas saat melakukan penangkapan dan penggeledahan menemukan barang bukti sabu 0,5 gram yang disimpan di celana dalamnya.

"Terdakwa Rully Kristiwan (berkas terpisah) merupakan orang suruhan terdakwa Galih Wira Bumi, untuk membeli Narkoba jenis sabu dan diamankan anggota Polsek Pabean Cantikan di jalan Kenjeran, dengan barang bukti satu poket sabu seberat 0,5 gram," terang ‎JPU Irene Ulfa dalam membacakan dakwaan.

Kepada petugas, terdakwa Rully mengakui bahwa barang haram tersebut, milik Galih Wira Bumi yang memintanya untuk membelikan sabu dan memberikan uang melalui transfers ke rekeningnya. "Galih mentansfer saya uang Rp 400 ribu untuk dicarikan sabu. Rencananya akan dipakai bersama Bramantyo, namun setelah beli dan melintas di jalan Kenjeran, saya keburu ditangkap polisi," ujar Rully yang mengaku mereka janjian ketemu di sebuah warung jalan Karang Asem Surabaya. (rif)

Post a Comment