Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Untuk menarik para Wisatawan agar datang di Kota Pahlawan salah satunya, Pemerintah Kota Surabaya menggelar Festival Kuliner tahunan. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Achmad Agung Nurawan mengatakan, Festival Kuliner Surabaya selalu digelar setiap tahun dua kali sejak 2013. Festival tersebut digelar, untuk memperkenalkan beragam kuliner atau makanan khas Surabaya.

"Kebetulan pada gelaran festival kali, Surabaya kedatangan banyak tamu asing yang menggelar East Asia Summit (EAS) Regional Seminar for Capacity Building to Prevent and Counter Violent Extremism pada 5-6 Desember ini," jelasnya dalam Konferensi Pers, Kamis (1/12/2016).

Dalam Festival tersebut, akan disuguhkan sekitar 20 macam makanan khas Surabaya dan Jatim di antaranya, rujak cingur, lontong balap, tahun campur, lontong kikil, lontong kupang, gado-gado, semanggi Surabaya, soto, rawon, mie kluntung, jajan pasar, pecel, ayam bakar, bebek goreng/ bebek songkem, serabi, rangin, bubur, dawet, ketan durian, dan tahu tek.

"Ada sekitar 140 peserta yang ikut dalam festival ini. Harga makanan yang ditawarkan beragam  mulai dari Rp. 5000 sampai Rp15.000 an ,"terang Achmad.

Adapun gelaran festival kuliner tersebut akan berlangsung pada 6 Desember 2016 mulai pukul 16.00-22.00 di sepanjang Jl. Tunjungan (mulai dari gedung ex Siola hingga Hotel Majapahit).

Selain itu terdapat stan yang menghadirkan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Dekranasda, Dinas Koperasi, UKM Pahlawan Ekonomi, UKM Kecamatan Genteng, dan UMK Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Achmad menambahkan, melalui berbagai kegiatan wisata, diharapkan Surabaya semakin diminati oleh wisatawan asing. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, mencatat tingkat kunjungan wisman ke Surabaya meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan semakin banyaknya titik-titik destinasi wisata di Surabaya.

 "Kunjungan wisatawan tidak hanya melewati bandara tapi juga mulai banyak melalui kapal pesiar yang bersandar ke Pelabuhan Perak," imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Penertiban Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo menambahkan berkaitan dengan festival tersebut, Dishub menyiapkan 100 orang personel untuk menertibkan jalan selama Jl Tunjungan ditutup.

"Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas, dan mengalihkan arus yang dari utara di Jl. Gemblongan menuju ke selatan diarahkan ke Jl. Praban dan ke arah Genteng Kali, yang akan ke Hotel Majapahit dilewatkan ke Jl. Simpang Dukuh (Hotel Simpang)," jelasnya.

Penutupan akan dilakukan mulai  5 Desember 2016 pukul 23.00 WIB hingga 6 Desember 2016 atau sehari sebelum kegiatan untuk proses loading panggung. Dishub juga menyiakan parkir di gedung ex Siola yang bisa menampung 150 unit mobil dan 700 unit sepeda motor, di Jl. Genteng Kali parkir sejajar sebanyak 100 unit mobil dan 500 unit sepeda motor.(pan)

Post a Comment