Ads (728x90)


BATU (Mediabidik) - Sebagai bentuk peningkatan hubungan antar lembaga, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim melakukan kerjasama operasional dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) se Jatim. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan hubungan antar lembaga dalam kerjasama meningkatkan kepesertaan pada perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Abdul Cholik mengatakan, selain itu untuk menyamakan persepsi terhadap pemahaman Peraturan Pelaksanaan dan Ketentuan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan JKK, JHT, JKM, dan JP serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI.

Cholik menyatakan, hingga November 2016 terdapat 43.889 perusahaan aktif dengan total tenaga kerja aktif sebesar 1.459.802 pekerja. Sedangkan total jaminan yang sudah dibayarkan sebesar Rp 3,77 triliun dengan 239.650 kasus.

"Kami berharap seluruh pekerja mendapatkan haknya sehingga kesejahteraan pekerja dapat benar-benar dirasakan", kata Cholik.

Fokus utama kegiatan adalah untuk mengoptimalkan peran pegawai pengawas ketenagakerjaan dalam menjamin kepatuhan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu diulas bahwa Kepesertaan BPJS Ketenanagkerjaan adalah persyaratan kerja dan hubungan industrial, hal ini diperkuat oleh peran pegawai hubungan industrial dan syarat kerja. menciptakan suasana hubungan industrial yang kondusif. Karenanya perlu dilakukan evaluasi secara periodik efektifitas hubungan antar lembaga BPJS Ketenagakerjaan dengan Disnaker se Jatim.

"BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim selalu berupaya meningkatkan hubungan antar lembaga dengan para stakeholder. Ini terbukti dengan kerja sama operasional dengan Disnaker se Jatim," pungkasnya. (haria)

Post a Comment