Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Walaupun acara Muscablub Hanura Surabaya telah selesai digelar dan memutuskan Edi Rachmat sebagai Ketua DPC terpilih, sepertinya genderang perang di internal Partai Hanura masih terus berkobar.

Bagaimana tidak, Agus Santoso Sekretaris DPC Hanura Surabaya spontan menanggapi keras hasil Muscablub Hanura Surabaya yang diselenggarakan beberapa saat lalu di salah satu rumah makan Nur Pacifik di kawasan Adityawarman Surabaya.

"Tanyakan kepada Edi, SK yang dia terima dari DPP itu siapa yang tanda tangan, apa pak Wiranto selaku ketua umum? dan DPD Jatim bukan pak Kelana dan pak Idrus Sekretaris, itu sama saja bohong alias palsu," protesnya, (14/12/2016)

Agus menerangkan bahwa rekom yang diterima Edi Rachmat menjabat sebagai Plt Ketua DPC Hanura Surabaya ditandatangani oleh wakil ketua dan SK DPD Jatim ditandatangani Warsito sebagai Sekretaris.

"Struktural itu tidak diterima oleh DPP, makanya di Rapimnas Warsito tidak boleh masuk ke arena, karena yang boleh masuk ke arena Rapimnas justru Idrus Alwi yang SK nya ditandatangani oleh Ketum Wiranto," tambahnya.

Terkait dukungan 22 PAC (sebelumnya tertulis 31 PAC-red) terhadap Edi Rachmat di Muscablub juga dipersoalkan oleh Agus Santoso, karena menurutnya 13 diantaranya adalah pengurus PAC yang telah dipecat dari kepengurusannya.

"Katanya Edi dapat dukungan 22 PAC itu juga tidak jelas, karena 12 diantaranya adalah kepengurusan tingkat PAC yang sudah dipecat, saya ada bukti surat pemecatannya," tandasnya.

Tidak hanya itu, Agus juga mengatakan bahwa semua ketua PAC yang terlibat dalam Muscablub tadi pagi juga tidak sah keberadaannya, karena SK pengangkatannya masih ada ditangannya, belum diberikan kepada yang bersangkutan.

Menanggapi hasil dan terselenggaranya Muscablub DPC Hanura Surabaya yang dibesut oleh Edi Rachmat sebagai Plt Ketua DPC Hanura Surabaya, Agus berniat akan menuntut ke ranah pidana.

"Nanti semua yang ada di Muscablub saya pidanakan, pasti saya yakinkan masuk semua, kalau saja tadi tidak ada yang mencegah saya, acara tadi itu pasti bubar, karena sebenarnya saya sudah siapkan massa," terangnya. (pan)

Post a Comment