Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) –  Infrastruktur jalan di perkotaan yang rusak akibat banjir yang terjadi di daerah Surabaya dan Sidoarjo perlu penanganan yang serius dari pemerintah setempat maupun Pemerintah Provinsi, pasalnya hujan yang terjadi akhit-akhir ini mengakibatkan meluapnya saluran sungai yang tak lancar  sehingga banyak jalan-jalan yang tergenang air .
       

Menurut Gatot Sutantra Wisnu Murti,SH Anggota DPRD Jatim  asal Partai Hanura meminta pemerintah baik di tingkat II maupun tingkat I melalui Dinas Pengairan lebih  serius melakukan pengerukan kali yang mengakibatkan banjir melanda.
     

" Seperti banjir yang terjadi didaerah Perumahan Citraland wilayah Surabaya Barat yang hampir menggenangi pemukiman kawasan perumahan mewah tersebut, kondisi banjir tersebut diakibatkan karena tidak lancarnya aliran got atau gorong-gorong," tegasPria yang akrab di sapa Pak Gatra ini.
         

Begitu pula persoalan Pendidikan yang menjadi problem di Dapil I, sering kali siswa masih dihadapkan persoalan pungutan keuangan yang di tekan dari pihak sekolah.
       

"Apalagi Pasca peralihan SMA/SMK saat ini dikelolah Provinsi, maka Dinas Pendidikan Jatim  harus awasi sekolah yang masih memungut pembayaran uang sekolah, karena pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk  sekolah gratis," terang Gatot Sutantra Ketua LKMK Keputih tersebut.
       

Sedangkan persoalan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan masyarakat konstituen yang ada di Dapil I khususnya masyarakat pinggiran, dirinya mendesak terhadap BPJS Kesehatan harus benar-benar komitmen sesuai misinya membantu masyarakat miskin ketika menderita suatu penyakit yang harus di rawat di rumah sakit, karena faktanya, sering kali ditemui pasien terlantar oleh pihak rumah sakit ketika menjadi pasien perserta BPJS
      

"Jangan mentang-mentang pasien BPJS tidak membayar, sehingga pihak rumah sakit  seenaknya memperlakukan pasien BPJS seperti anak tiri alias dibedakan dengan pasien umum (bukan peserta BPJS)," tegas Gatra saat di temui di ruang kerjanya.
        

Perlu diketahui, sumber daya manusia yang berada di dunia kesehatan, sering kali juga masih di jumpai tenaga para medis yang kurang mumpuni dalam menangani pasien, sehingga perawat yang membantu dokter dalam menangani pasien ternyata kerjanya kurang maksimal.
        

" Pihak Dinas Kesehatan Jawa Timur harus selektif terhadap para perawat yang masih menempuh pendidikan keperawatan, perlunya SDM bagi perawat  yang berkualitas, agar diharapkan bisa membantu kerja seorang dokter," tegas pria yang berawakan tinggi tegap ini.
         

Sementara itu terkait pemerintah yang mempunyai program membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya, seharusnya Bank Jatim yang ditugasi Pemerintah Provinsi untuk menyalurkan dana bantuan tersebut harus serius melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa ada dana bantuan untuk para UMKM dalam mengembangkan usahanya, karena sebenarnya masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya.
        

" Era MEA sangat ketat sehingga di butuhkan persaingan yang ketat, namun jika UMKM lokal tidak di support pemerintah melalui pinjaman, maka ditakutkan UMKM kita akan tergerus oleh produk asing yang notebene memiliki modal besar," jelasnya.
          

Maka itu, sebagai wakil rakyat yang sudah di percaya masyarakat  untuk menyampaikan persoalan  yang dihadapi oleh warga, dirinya bertekat untuk terus berjuang dalam mendengar aspirasi yang sedang dialami oleh masyarakat." Saya akan serius mendesak pemerintah untuk menangani persoalan Infrastruktur sungai dan jalan, serta soal Pendidikan dan Kesehatan maupun bantuan bagi UMKM," tegas anggota komisi C DPRD Jatim ini. (rofik)
    

Post a Comment