Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Sungguh ironis, saat Jawa Timur menghadapi era pasar bebas MEA, ternyata masalah pengangguran masih banyak terjadi di Mojokerto, Jombang, hingga Nganjuk. Anggota DPRD Jatim dari Dapil 8 Gatot Supriyadi mengaku sangat prihatin mendapati kenyataan ini.
      

"Jadi dari hasil reses kemarin itu, keluhan yang banyak dari masyarakat di Dapil 8 adalah masalah pengangguran," kata Gatot. Ia mengaku, sebelum menjadi anggota DPRD Jatim sudah menjadi jujugan masyarakat Mojokerto yang menganggur. Mereka bukan hanya yang memang belum pernah bekerja tapi juga ada yang korban pemutusan hubungan kerja.
     

Kata Gatot, lulusan SMK di Mojokerto memang banyak namun mereka tidak bisa dengan mudah tersalurkan tenaganya, lantaran banyak pula pabrik di kawasan Mojokerto dan sekitarnya yang tutup. Pabrik yang gulung tikar ini pun kebanyakan disebab oleh tuntutan dari para buruh untuk menaikkan upah.
        

"Karena pabrik tidak mampu menaikkan gaji, akhirnya tutup dan ini banyak terjadi terutama di daerah Mojokerto yang notebene banyak industry di sana ," ungkap politisi PDI Perjuangan ini.
      

Ia juga memaparkan, kondisi di Kabupaten dengan Kota Mojokerto sangatlah berbeda. Di wilayah kabupaten masih terdapat lahan-lahan pertanian. Sehingga hal tersebut bisa menjadi salah satu solusi mengatasi pengangguran. Sementara di wilayah kota, jenis pekerjaan yang banyak tersedia adalah bidang jasa.
      

"Jadi di kota ini kita sebisa mungkin mencari solusi. Saya berusaha menyalurkan mereka kepada pekerjaan-pekerjaan bidang jasa, seperti sekuriti, sopir, petugas kebersihan, atau apa saja. Pokoknya harus kita salurkan," papar Gatot saat di temui di ruang kerjanya, Senin (14/11)
    

Gatot yang juga seorang pengusaha bidang transportasi umum ini berusaha menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya. "Kebetulan saya ada rejeki, saya belikan bus mini untuk dijalankan oleh teman-teman (masyarakat). Pokoknya jangan sampai menganggur, terutama yang muda-muda. Sebab nanti itu juga ancamannya adalah pengaruh Narkoba. Pokoknya, mereka harus ada kegiatan, jangan sampai menganggur," tegas anggota Komisi E DPRD Jatim ini.
     

Kedepan ia juga berencana membuat semacam pelatihan untuk masyarakat agar bisa menjadi wirausahawan. Hal itu sekarang masih dikomunikasikan bersama DPRD setempat.
    

"Kalau sekarang yang bisa dilakukan juga adalah menggandeng dinas tenaga kerja untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan agar masyarakat memiliki skill. Seperti misalnya pelatihan rias pengantin, itu kami kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja," pungkas Gatot (rofik)

Post a Comment