Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) – Sampai saat ini masyarakat yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) VIII masih mengeluhkan soal pembangunan Jalan Tol yang menghubungkan antara Surabaya dan Mojokerto atau yang lebih ngetren di namakan Tol Sumo, pasalnya jika pembangunan jalan tol tersebut tidak asegera diselesaikan oleh pemerintah maka bisa di pastikan akan berpengaruh pada roda perekonomian.
       

Salahuddin salah satu dari Wakil Rakyat asal Partai Amanat Nasional (PAN) yang duduk di gedung DPRD Jatim tersebut sangat prihatin melihat pembangunan jalan tol Surabaya – Mojokerto karena berdasarkan fakta ketika melakukan blusukan dalam mendengarkan Aspirasi masyarakat yang ada di dapil VIII hampir mayoritas masyarakat mengeluhkan agar pemerintah menyelesaikan pembangunan Tol Sumo.
      

" Masyarakat menginginklan supaya Pemerintah menuntaskan proyek pembangunan tol yang menghubungkan Surabaya dan mojokerto selesai,  karena pembangunan tol tersebut hingga kini hanya sampai di daerah krian saja dan diharapkan tahun 2017Pembangunan sampai Driyorejo terus ke Waru segera di tuntaskan," ucapnya.
       

Ditegaskan Salahuddin bahwa pihak jalan tol melalui dinas terkait telah membebaskan lahan milik warga yang terkena proyek tersebut, namun diakuinya masih ada tanah warga khususnya di daerah Sepanjang masih bermasalah dan terpaksa harus di meja hijaukan, sehingga hal ini salah satu menjadi penyebab mangkraknya pembangunan Tol Sumo tersebut.
      

" Gubernur Jawa Timur Soekarwo harus serius menyelesaikan permasalahan sengketa tanah yang terjadi di sana dan segera Pemprov membayar ganti rugi tanah milik warga supaya pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto segera tuntas," harap salahuddin saat di temui di ruang kerjanya.
      

Mantan Marinir tersebut juga melihat pembangunan Jalan tol yang menghubungkan antara Mojokerto dan Kertosono  juga segera di seleseaikan sehingga pembangunan jalan–jalan tol yang ada di wilayah Dapil VIII segera dituntaskan.
       

Selanjutnya dalam urusan ke Binamargaan, lanjut Anggota Komisi D DPRD Jatim yang membidangi Pembangunan ini mengatakan bahwa masyarakat mengeluhkan kepadatan arus lalu lintas antara Nganjuk sampai Caruban bukan hanya pada hari raya saja, akan tetapi setiap hari jalan–jalan Provinsi di Dapil VIII sering terjadi kemacetan dan ini meresahkan masyarakat yang tinggal di area jalan tersebut.
      

" Dinas PU Bina Marga harus segera mengatasi persoalan tersebut, gimana caranya agar jalan Provinsi tersebut tidak macet, sehingga diharapkan tidak menganggu aktivitas warga sekitar yang mau melakukan perjalanan keseharian dalam meraup rejeki," terangnya.
     

Sementara itu, Salahuddin juga masih melihat kurangnya pembangunan irigasi yang ada di daerah pemilihannya, sebab ini sangat berpengaruh pada aliran air yang menunjang pada sektor pertanian .
       

" PU Pengairan harus serius memperhatikan pembangunan waduk dan plensengan yang rusak karena ini bisa berdampak banjir, namun hal tersebut harus segera diatasi serius, sehingga diharapkan supaya saluran irigasi bisa lancar sebab  bisa menunjang sektor pertanian khususnya para petani yang sudah mempercayanya sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRD Jatim," pungkasnya. (rofik)
    
    

Post a Comment