Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) – Rekontruksi perobekan bendera merah putih di hotel Yamato(sekarang hotel Mojopahit) berlangsung cukup hikmad. Teatrikal perobekkan bendera yang disaksikan langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini seakan menggambarkan kejadian sesungguhnya.

Diperankan oleh sekelompok seniman teater diantaranya kelompok Roodebrug Surabaya dan sejumlah kelompok teater lainnya, aksi mereka cukup memukau para peserta upacara rangkaian peringatan 10 November 1945 lalu.

"Lo jangkrik di ganti gendero e(benderanya), gak terimo aku(tidak terima saya)," salah satu dialeg teatrikal, saat para serdadu belanda yang konvoi dengan 2 mobil jeep mendatangi gedung hotel Yamato.

Dalam rekontruksi tersebut, para seniman juga memainkan adegan panjat gedung dengan menggunakan tangga bambu untuk merobek bendera merah putih biru(simbol negera Belanda).
"merdeka, merdeka, merdeka," teriak para pejuang usai merobek bendera biru menjadi merah putih.
Usai perobekan, Walikota Surabaya Tri Rismaharini di daulat membacakan puisi kemerdekaan. "Surabaya tidak mau dijajah oleh bangsa manapun. Untuk itu kita harus lawan penjajah yang ingin menguasai Surabaya. Merdeka. Merdeka. Merdeka," pekik Walikota diatas panggung upacara yang 
didirikan di depan hotel Mojopahit.

Rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016 ini, diikuti oleh 2000 pelajar dan berbagai kelompok komunitas masyarakat. Mereka menggunakan pakaian pejuang dan berbaur dengan para pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya.

Sementara akses jalan Tunjungan sejak pukul 06.00 Wib sudah di tutup dan arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Gentengkali, Praban dan Bubutan. Sekitar pukul 10.00 Wib, akses lalu lintas di jalan Tunjungan sudah bisa di gunakan kembali.(pan)

Post a Comment